Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Harbuwono Saksono menyoroti keterlambatan deteksi kanker usus besar atau kanker kolorektal di Indonesia.

Menurutnya, lebih dari 70 persen pasien kanker kolorektal datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut.

>>> IHSG Melemah ke Level 6.220,74 pada Perdagangan Rabu

"Bukan karena mereka lalai, bukan karena penyakit ini tidak dapat ditangani, melainkan karena tidak ada yang mendeteksinya cukup dini," ujar Dante, Senin (1/6/2026).

Kanker kolorektal menempati urutan ketiga sebagai jenis kanker paling umum di tingkat global dengan sekitar 1,9 juta kasus baru setiap tahun.

Di Indonesia, kanker usus besar berada di peringkat keempat untuk jumlah kasus terbanyak dan menjadi pemicu kematian akibat kanker tertinggi kelima.

Setiap tahun, lebih dari 19.000 kematian akibat kanker usus besar tercatat di Indonesia.

Tahapan dan Gejala Kanker Usus Besar

Pada stadium 0 dan 1, ukuran tumor masih kecil dan belum menyebar ke luar area usus besar.

Mayoritas orang pada tahap awal tidak menyadari perubahan pada feses, meski terkadang muncul sedikit bercak darah.

Memasuki stadium 2, sel kanker meluas hingga lapisan terluar usus besar dan bisa mencapai jaringan atau organ di sekitarnya.

Gejala yang mulai tampak meliputi darah jelas pada feses, bentuk feses mengecil dan menipis, serta frekuensi buang air besar meningkat.

>>> Messi Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026, Buktikan Usia Bukan Halangan

Pada stadium 3, kanker menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dengan gejala feses sangat kecil dan tipis seperti pensil, diare atau sembelit yang tak kunjung sembuh, serta kandungan darah dan lendir lebih banyak.