Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah membiayai studi doktor bagi 1.269 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PPDTI) yang diluncurkan pada tahun 2025.

in1

>>> Gunakan Browser Ini untuk Dapatkan Akses VPN Gratis

Data capaian tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Sandro Mihradi, dalam sebuah acara daring pada Jumat, 19 Juni 2026.

Mayoritas Pilih Bidang STEM

Sandro mengungkapkan bahwa mayoritas penerima beasiswa memilih program doktor di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Dari total 1.269 awardee, sebanyak 848 dosen mengambil bidang STEM, sementara 421 dosen lainnya memilih bidang sosial humaniora.

Dominasi bidang STEM ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas riset nasional, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian.

>>> Jakarta Fair 2026 Hadirkan 2.800 Peserta dan Dorong Bisnis Jastip

Distribusi penerima beasiswa juga tercatat relatif seimbang antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Sebanyak 672 penerima atau sekitar 53 persen berasal dari PTN, sedangkan 597 penerima atau 47 persen berasal dari PTS.

Selain itu, terdapat 150 dosen asal politeknik yang berhasil memperoleh pendanaan program doktor ini.

>>> The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan pada Kisaran 3,50 Persen

Sandro berharap program ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas riset, teknologi, dan sains, serta mendorong inovasi dan hilirisasi.