Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDTI) 2026 pada Jumat (19/6/2026).

Program ini memberikan kesempatan bagi dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk melanjutkan studi ke jenjang S3.

in1

>>> Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Rusak dan Cara Merawatnya

Salah satu keunggulan beasiswa ini adalah penerimanya tetap bisa menerima tunjangan sertifikasi dosen selama masa studi.

Dosen Tetap Jalankan Tridarma

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa dosen yang tengah menempuh studi lanjut tetap dapat menjalankan kewajiban profesinya.

"Dosen sambil berkuliah itu tetap bisa melaksanakan Tridarma, sehingga hal-hal yang sifatnya pendapatan dari Serdos dan dari lainnya itu tetap bisa diberikan," ujar Brian.

Menurut Brian, dosen adalah aset utama pendidikan tinggi. Fasilitas pendidikan doktor di berbagai kampus dalam negeri kini sudah semakin baik.

>>> Puspresnas Rilis Tata Tertib Peserta OSN-K 2026, Ini Aturannya

Meski membagi waktu antara kuliah dan mengajar menjadi tantangan, ia meminta penerima beasiswa fokus menyelesaikan studi tepat waktu.

"Saya mendorong silakan mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa ini, ikuti kuliah dengan baik, lakukan penelitian dengan maksimal sehingga bisa meraih gelar doktor pada waktu yang cepat," kata Brian.

Program PDDTI 2026 memfasilitasi studi doktor di perguruan tinggi dalam negeri maupun melalui skema kerja sama internasional.

>>> Kolombia Kalahkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Dengan skema tersebut, penerima program tetap dapat memenuhi hak dan kewajiban sebagai pendidik, termasuk menerima tunjangan sertifikasi dosen.