Industri makanan dan minuman di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif di tengah dinamika global.

Hal ini terlihat dari ramainya gelaran EastFood Indonesia Expo 2026 yang berlangsung di Grand City Convention Hall, Surabaya.

in1

>>> Fusion Italia-Nusantara di Surabaya, Hanya di Kafe Bromo

Pameran dagang Business-to-Business (B2B) berskala internasional ini menghadirkan lebih dari 180 peserta dari dalam dan luar negeri.

Kehadiran perusahaan internasional bersama puluhan pelaku usaha lokal memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat perdagangan dan industri makanan-minuman di Indonesia timur.

Sebanyak 30 UMKM binaan terpilih turut ambil bagian dalam pameran tersebut. Mereka mendapat kesempatan memperkenalkan produk kepada distributor, importir, investor, dan calon pembeli dari berbagai negara.

Agenda Bisnis dan Edukasi

Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan pameran ini dirancang sebagai wadah yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dari berbagai negara.

"Kami berharap EastFood Indonesia Expo 2026 dapat menjadi katalis pertumbuhan industri, memperluas jaringan bisnis, dan membuka akses pasar yang lebih besar," ujarnya.

Beragam agenda bisnis dan edukasi turut mewarnai penyelenggaraan tahun ini.

Salah satunya Bakat Boga Challenge 2026, kompetisi kuliner yang mempertemukan talenta dari berbagai daerah untuk menampilkan kemampuan di bidang gastronomi.

Kategori yang diperlombakan antara lain Lapis Surabaya, Bolu Gulung Keju, Traditional Jajanan Pasar, Western Seafood Spaghetti & Chicken Main Course, hingga The Best Risoles dan Classic Chiffon Cake.

>>> Momen Haru Anang Hermansyah Wisuda Bareng Istri dan Anak di Unair

Penilaian dilakukan berdasarkan cita rasa, teknik pengolahan, kebersihan, kreativitas, dan kualitas penyajian.

Pengunjung juga dapat mengikuti sesi cooking demo dan baking demo yang menghadirkan chef profesional serta merek industri makanan seperti IndoBake, Kewpie, dan Rich's.