Banyak konsumen terbiasa melihat label Grade A pada kemasan telur di supermarket, namun belum memahami keberadaan telur Grade B.

Komoditas ini memiliki standar penilaian tersendiri yang membedakannya dari segi fisik dan peruntukan di pasar.

>>> Olahraga Padel Picu Risiko Saraf Kejepit Jika Salah Posisi

Dikutip dari Detik Food, pasar Indonesia mengklasifikasikan telur berdasarkan berat, kualitas fisik, serta kebersihannya.

Standar tersebut dibagi menjadi Grade AA atau mutu 1, Grade B atau mutu 2, dan Grade C atau mutu 3.

Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengelompokkan telur menjadi Grade AA, A, dan B.

Penilaian oleh inspektur USDA ini berfokus sepenuhnya pada kondisi fisik luar dan dalam telur, bukan pada kandungan gizi di dalamnya.

Telur Grade B menjadi kategori dengan kualitas visual paling rendah jika dibandingkan dengan Grade AA dan A.

Karakteristik utamanya dapat dikenali dari struktur putih telur yang lebih encer saat cangkangnya dibuka.

Selain putih telur yang encer, bagian kuning telurnya juga cenderung berbentuk lebih datar atau melebar.

Cangkang luar pada jenis ini sering kali memiliki noda atau menampilkan bentuk yang kurang sempurna.

Meskipun memiliki perbedaan performa fisik, variasi visual tersebut tidak memengaruhi kualitas isi di dalamnya.

Hal serupa juga berlaku pada produk lokal di Indonesia yang memiliki cangkang sedikit bernoda tetapi tidak kotor, dengan bentuk bervariasi.

Keamanan Konsumsi dan Kandungan Nutrisi

Aspek penting yang perlu diperhatikan adalah perbedaan tingkat mutu ini tidak berpengaruh terhadap nilai gizi. Telur Grade B dinyatakan tetap aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

>>> Inggris Tekuk Selandia Baru 1-0 Lewat Gol Tunggal Harry Kane