Olahraga padel kini menjadi primadona baru di kota-kota besar.

Gabungan tenis dan skuas ini digandrungi karena mudah dimainkan pemula, seru, dan estetik untuk diunggah ke media sosial.

>>> Inggris Tekuk Selandia Baru 1-0 Lewat Gol Tunggal Harry Kane

Namun di balik keseruannya, ada risiko kesehatan yang mengintai jika tidak berhati-hati. Salah satu cedera yang mungkin terjadi adalah saraf kejepit.

Penyebab Saraf Kejepit saat Bermain Padel

Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio, SpBS dari Lamina Hospital mengatakan bahwa setiap orang sebaiknya tidak menganggap remeh olahraga 'fun' seperti padel.

"Olahraga padel berisiko terkena saraf kejepit itu apabila biasanya pada posisi swing atau saat kita memutar tulang pinggang kita.

Kadang-kadang mengejar bola terlalu jauh," kata dr Rio.

>>> 7 Cara Mengatasi Sinyal iPhone Hilang dengan Mudah

"Itu juga membuat diskus atau bantalan itu kaget, sehingga itu yang membuat bantalannya rusak, robek yang kalau terus-terusan dilakukan, itu bisa terjadi saraf kejepit," lanjutnya.

Berbeda dengan tenis biasa, lapangan padel lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca. Ini membuat ritme permainan sangat cepat, menuntut pemain untuk terus bergerak aktif.

dr Rio menekankan pentingnya persiapan yang layak sebelum turun ke lapangan. Salah satunya adalah pemanasan sebelum tubuh digunakan untuk bermain padel.

>>> Kapan Drakor Reborn Rookie Episode 5-6 Tayang? Berikut Jadwal, Spoiler dan Link di KST bukan LK21: Jun-hyeon Tantang Perebutan Kursi CEO

"Pemanasan dan juga kita mampu mengukur kegiatan kita jangan berlebihan," katanya.