Harga emas di pasar global dan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, prospek investasi emas jangka panjang dinilai masih menarik, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan potensi pelemahan nilai tukar rupiah.

in1

>>> Maryland Tawarkan Mancing Gratis untuk Berantas Lele Biru Invasif

Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (22/6/2026) pukul 15.00 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.192,96 per troi ons.

Posisi tersebut mencerminkan penurunan sebesar 8,32% dalam satu bulan terakhir dan terkoreksi 3,02% sejak awal tahun (year to date/YtD).

Di pasar domestik, harga emas batangan Antam juga mengalami penurunan.

Harga emas Antam tercatat berada di level Rp 2.668.000 per gram, lebih rendah dibandingkan posisi satu bulan sebelumnya yang mencapai Rp 2.773.000 per gram.

Penyebab Pelemahan Harga Emas

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai pelemahan harga emas global saat ini dipengaruhi oleh perubahan preferensi investor yang cenderung mengalihkan dana ke aset berbasis dolar Amerika Serikat (AS).

"Koreksi emas dunia ini terjadi karena investor global masih memilih aset USD yang sedang mengalami kenaikan imbal hasil akibat konflik AS Iran yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz yang tak kunjung selesai," ujar Ariston kepada Kontan, Senin (22/6/2026).

Namun demikian, tekanan terhadap harga emas mulai mereda setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan sinyal menuju kesepakatan damai pada akhir pekan lalu.

Sentimen tersebut kembali meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Peluang Akumulasi di Tengah Koreksi

Menurut Ariston, penurunan harga emas Antam tidak semata-mata dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia.