Ke depan, arah pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, terutama perkembangan konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

in1

Ariston menjelaskan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga AS berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas.

Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik instrumen berbunga seperti obligasi pemerintah AS sehingga sebagian investor mengurangi eksposur pada emas.

Untuk sisa tahun 2026, Ariston memperkirakan harga emas spot masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang US$ 4.000 hingga US$ 4.500 per troi ons.

Sementara itu, harga emas Antam masih berpeluang menguat dan kembali mendekati level Rp 2,8 juta per gram, terutama jika terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Puri Sentul Permai Rombak Direksi dan Komisaris Lewat RUPSLB

"Harga emas Antam mungkin tidak banyak berubah di akhir tahun 2026 ini, pelemahan rupiah bisa meng-offside penurunan harga emas global dalam USD," pungkasnya.