Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) mengalami koreksi cukup dalam pada 22 Juni 2026.

Berdasarkan data Trading Economic, harga emas di pasar spot melemah 8,00% dalam sebulan terakhir ke level US$ 4.202,99 per troi ons.

in1

>>> Menaker Yassierli: 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Dapat Kerja

Penurunan ini juga tercermin pada harga emas Antam yang berada di posisi Rp 2.668.000 per gram, menyusut 3,78% dari bulan lalu yang mencapai Rp 2.773.000 per gram.

Faktor Eksternal dan Domestik

Analis PT Finex Bisnis Solusi Future Brahmantya Himawan menjelaskan, kemerosotan harga disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor eksternal.

Bank sentral AS atau The Fed masih bersikap hawkish dengan mempertahankan tren suku bunga tinggi, sehingga membuat dolar AS dan yield obligasi AS kembali diminati.

Sentimen geopolitik ikut memengaruhi pergerakan aset ini.

Pasar sempat menyambut positif upaya perdamaian antara AS dan Iran yang sempat menurunkan permintaan terhadap safe haven emas.

Namun, pernyataan terbaru Donald Trump mengenai Iran serta ketegangan di Selat Hormuz justru kembali mengerek minat pasar terhadap mata uang dolar AS.

"Dalam kondisi seperti ini, USD masih dipandang sebagai petrodollar.

Selama risiko pasokan energi dan geopolitik masih tinggi, sebagian investor cenderung memilih memegang dolar terlebih dahulu sehingga kenaikan emas menjadi lebih terbatas," ujar Brahmantya.

Faktor domestik turut andil dalam penurunan harga di pasar lokal.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menyebutkan bahwa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut menekan pergerakan harga emas Antam.

"Karena situasi konflik yang terjadi belakangan ini bakal mungkin terjadi lagi di tahun-tahun yang akan datang. Pelemahan rupiah pun mungkin masih bisa terjadi lagi di tahun-tahun mendatang.