AS Investigasi OpenAI Terkait Keamanan Data dan Pengguna Anak
Pemerintah Amerika Serikat melalui koalisi jaksa penuntut umum dari berbagai negara bagian tengah menyelidiki OpenAI, perusahaan induk ChatGPT.
Penyelidikan ini berfokus pada tata kelola data pengguna serta sistem keamanan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan OpenAI.
>>> Pengamat NBA Sarankan Dylan Harper Masuk Lineup Utama San Antonio Spurs
OpenAI dilaporkan telah menerima surat panggilan pengadilan atau subpoena pada Jumat, 12 Juni 2026.
Surat tersebut mewajibkan OpenAI menyerahkan dokumen operasional bisnis serta bukti dampak produk terhadap masyarakat.
Jaksa agung memfokuskan pemeriksaan pada aktivitas iklan, tingkat retensi pengguna, dan mekanisme penanganan data sensitif termasuk informasi kesehatan.
Regulator juga menuntut penjelasan mengenai batasan akses layanan bagi pengguna lanjut usia dan anak di bawah umur.
Selain itu, OpenAI harus memaparkan model pembelajaran mendalam yang digunakan beserta seluruh kebijakan internalnya.
Menanggapi langkah hukum ini, pihak korporasi menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.
"AI adalah teknologi baru dan canggih, dan kami bekerja setiap hari untuk menghadirkan manfaatnya kepada masyarakat dengan aman dan bertanggung jawab," kata juru bicara OpenAI.
"Kami menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh jaksa agung negara bagian dengan serius dan bermaksud untuk berinteraksi secara konstruktif dengan mereka," lanjutnya.
>>> Dokter Andik Wijaya Temukan Risiko Jantung Lewat Skrining Kalsium Koroner
Latar Belakang Pengawasan Regulasi AS
Hingga saat ini, pihak berwenang belum merinci pemicu utama dari investigasi mendadak tersebut.
Meski demikian, pengembang AI memang terus berada di bawah pengawasan ketat regulator AS dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2025, sebanyak 44 jaksa agung mengirimkan surat bersama kepada OpenAI, Meta, Google, Apple, Microsoft, Anthropic, Perplexity AI, dan xAI.
Surat tersebut mendesak penguatan proteksi anak dari interaksi chatbot yang berbahaya.
Tekanan regulasi terhadap OpenAI kian meningkat menyusul sejumlah persoalan hukum yang melibatkan ChatGPT.
Jaksa Agung Florida James Uthmeier sebelumnya membuka penyelidikan kriminal setelah tersangka penembakan massal tahun 2025 di Universitas Negeri Florida diketahui memanfaatkan chatbot tersebut.
Di samping itu, OpenAI menghadapi gugatan kematian tidak wajar atas tuduhan minimnya sistem proteksi pencegahan bunuh diri.
>>> Panasonic Gobel Tahan Kenaikan Harga Produk Elektronik Rumah Tangga
Gugatan itu menyebutkan adanya pengguna yang mendiskusikan rencana bunuh diri dengan ChatGPT tanpa memicu munculnya sistem peringatan keselamatan.
Update Terbaru
Timnas Brasil Tahan Imbang Maroko pada Laga Pembuka Piala Dunia
Minggu / 14-06-2026, 12:56 WIB
Hakim Tolak Gugatan Warga Terkait Pertandingan UFC di Gedung Putih
Minggu / 14-06-2026, 12:56 WIB
Kemenkes dan BPOM Kendalikan Kenaikan Harga Obat Akibat Pelemahan Rupiah
Minggu / 14-06-2026, 12:52 WIB
Inggris dan Jepang Sepakati Investasi Hijau Rp392 Triliun
Minggu / 14-06-2026, 12:52 WIB
Harga Emas Antam 13 Juni 2026 Turun Rp 32.000 Per Gram dalam Sepekan
Minggu / 14-06-2026, 12:43 WIB
Ibu Hamil Boleh Makan Kacang Arab, Ini Manfaat dan Aturan Konsumsinya
Minggu / 14-06-2026, 12:43 WIB
Vincenzo Montella Lakukan Empat Perubahan di Laga Turki vs Australia
Minggu / 14-06-2026, 12:40 WIB
Bule Jerman Jual Pancake Tradisional Eierkuchen Mulai Rp 10 Ribuan di Jakarta
Minggu / 14-06-2026, 12:36 WIB
Qatar Cetak Sejarah Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 12:32 WIB
Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Manajemen Emosi Jadi Sorotan
Minggu / 14-06-2026, 12:32 WIB
Kemensos Salurkan BPNT Tahap Dua 2026 Rp600.000 via KKS dan Pos
Minggu / 14-06-2026, 12:32 WIB
Teknologi PHEV Jadi Solusi Efisiensi Mobilitas di Tengah Fluktuasi Harga Energi
Minggu / 14-06-2026, 12:28 WIB
3 Cara Mudah Membersihkan Coretan di Dinding Rumah
Minggu / 14-06-2026, 12:21 WIB
Kemdiktisaintek Nonaktifkan 297 Mahasiswa Profesi Dokter
Minggu / 14-06-2026, 12:21 WIB






