PT Panasonic Gobel Indonesia memutuskan untuk belum menaikkan harga jual produk elektronik rumah tangga.

Keputusan ini diambil di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan tekanan biaya bahan baku global.

>>> UIN Malang Buka Pendaftaran Jalur Mandiri S1 2026/2027, Ada Tiga Skema

Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Arif Gobel, menyatakan bahwa penyesuaian harga belum dilakukan meskipun ada tantangan dari pergerakan kurs dan harga material global.

"Saat ini kami belum melakukan penyesuaian harga.

Kami masih terus berkomunikasi dengan pabrik dan pemasok untuk melihat sejauh mana kenaikan biaya bisa diserap," ujarnya di sela Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026, Minggu (14/6).

Strategi mempertahankan harga ini diterapkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan penjualan produk sepanjang tahun ini.

Panasonic mencatatkan performa bisnis yang tetap positif pada awal tahun ini. Namun, manajemen tetap memantau dinamika ekonomi global dan fluktuasi biaya produksi yang berisiko memengaruhi harga jual produk.

Arif Gobel menyebutkan bahwa jika kondisi memaksa, kenaikan harga akan dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar tidak memberikan beban yang terlalu besar bagi konsumen.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar kenaikan biaya tidak langsung berdampak besar ke konsumen," katanya.

Fleksibilitas Panasonic dalam mengontrol harga didukung oleh tingginya penggunaan komponen lokal pada produk mereka. Keberadaan fasilitas manufaktur di dalam negeri memangkas ketergantungan terhadap barang impor.

>>> Kemnaker Buka Pendaftaran Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

"Kami memiliki pabrik sendiri dan sebagian besar produk yang dipasarkan berasal dari produksi dalam negeri.

Karena itu dampak dari kendala impor maupun perubahan kebijakan perdagangan tidak terlalu besar bagi kami," ujar Arif.