Produsen jam mewah asal Swiss, Rolex, kembali menaikkan harga jam tangan emasnya secara global rata-rata 5 persen pada Juni 2026.

Penyesuaian ini menjadi kenaikan harga kedua dalam tahun yang sama, mencerminkan kuatnya permintaan dari kalangan ultra-kaya meskipun pasar barang mewah secara umum masih menghadapi perlambatan ekonomi.

>>> Anne Hathaway Alami Katarak Dini Selama Satu Dekade

Dikutip dari Reuters melalui Investor Daily, kebijakan kenaikan harga tersebut berlaku di sejumlah pasar utama, termasuk Inggris, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Langkah terbaru ini menyusul kebijakan sebelumnya pada Januari lalu, saat Rolex menaikkan harga rata-rata mencapai 6,2 persen di beberapa negara utama.

Penyesuaian harga dua kali dalam satu tahun ini mengejutkan pelaku industri karena jarang terjadi.

Namun, tingginya minat terhadap produk premium memberi ruang bagi Rolex untuk terus menaikkan harga tanpa mengurangi permintaan.

Pelaku pasar jam mewah bersertifikat di AS, Erik Boneta, mengaku banyak pihak tidak memperkirakan langkah tersebut. "Tidak ada yang melihat ini akan terjadi," ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa segmen konsumen kelas atas masih memiliki daya beli yang kuat.

Di saat konsumen kelas menengah mulai mengurangi belanja barang mewah, kelompok ultra-kaya justru tetap aktif berburu produk eksklusif bernilai investasi.

Kenaikan harga produk premium tidak hanya dilakukan oleh Rolex. Perusahaan induk Cartier, Richemont, juga menaikkan harga jam tangan emas hingga 10 persen pada bulan lalu.

Dalam laporan tahunannya, Richemont menyebut lonjakan harga emas dan fluktuasi nilai tukar menjadi alasan utama penyesuaian harga.

Harga emas dunia sendiri telah melonjak hampir dua kali lipat sejak 2024 dan kini berada di kisaran US$ 4.200 per ons troi.