Pendiri firma riset industri mewah Data&Data, Zouheir Guedri, mengatakan merek-merek jam premium kini semakin agresif mengarahkan konsumen ke produk berbahan logam mulia dan model kelas atas.

>>> IHSG Pekan Ini Menguat 7,38%, Saham FORU Melejit 132%

"Mereka mendorong pelanggan untuk beralih ke referensi jam berbahan logam mulia dan segmen premium," ujarnya.

Salah satu model yang mengalami lonjakan harga signifikan adalah Rolex Cosmograph Daytona berbahan emas putih. Di pasar AS, model tersebut kini dijual sekitar US$ 59.100.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 14 persen sepanjang tahun ini. Jika dibandingkan dengan level pada tahun 2024, harganya telah melonjak sebesar 33 persen.

Permintaan yang tetap tinggi ini juga tercermin dari kinerja ekspor jam mewah Swiss.

Analis Vontobel mencatat ekspor jam tangan dengan harga di atas 20.000 franc Swiss kini menyumbang lebih dari dua pertiga nilai total ekspor industri jam Swiss.

Nilai total ekspor industri tersebut mencapai 24,4 miliar franc Swiss pada tahun 2025.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2019 segmen tersebut hanya berkontribusi sekitar 22 persen dari total nilai ekspor.

Head of PR and Content platform jam mewah Chrono Hunter, Simon Lazarus, memperkirakan permintaan terhadap Rolex masih akan terus melampaui pasokan dalam beberapa tahun ke depan.

"Semua kembali pada daya tarik merek. Rolex selalu menjadi pemain utama di industri ini," katanya.

Prospek bisnis jam tangan mewah premium diperkirakan tetap solid dengan pasokan yang terbatas, harga emas yang tinggi, serta permintaan kuat dari kalangan kaya raya.

>>> Tren Sporty Chic: Padukan Jersey Sepak Bola dengan Gaya Feminin

Kondisi ini bertahan meski ekonomi global dibayangi ketidakpastian.