Warna keju yang beragam, dari putih pucat hingga oranye terang, sering disalahartikan sebagai indikator kualitas. Padahal, warna tidak bisa dijadikan patokan mutu atau kandungan gizi.

Menurut berbagai riset, tampilan keju dipengaruhi oleh kadar beta-karoten dalam susu, jenis pakan ternak, dan penambahan pewarna alami.

>>> Florentino Perez Siap Hadapi Gugatan Hukum Barcelona

Faktor-faktor ini menentukan gradasi warna yang muncul pada produk akhir.

Pengaruh Pakan Ternak terhadap Warna Keju

Sebuah tinjauan ilmiah dalam jurnal Dairy mengungkapkan bahwa keju dari susu sapi umumnya berwarna kuning alami. Pigmen beta-karoten dari pakan hijau seperti rumput menjadi penyebabnya.

Volume beta-karoten dalam susu bersifat dinamis, tergantung jenis pakan dan musim.

Studi dari Journal of Dairy Science menunjukkan bahwa sapi yang banyak makan rumput menghasilkan keju dengan warna kuning lebih pekat.

>>> Raja Isa Sarankan Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Negara Afrika Papan Atas

Sebaliknya, susu dengan kadar beta-karoten rendah akan menghasilkan keju berwarna lebih pucat.

Peran Pewarna Alami dalam Produksi Keju

Produsen kerap menambahkan pewarna makanan komersial untuk mengatur tampilan keju. Annatto, pewarna alami dari biji tanaman Bixa orellana, menjadi pilihan paling populer.

Berdasarkan publikasi Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, annatto digunakan pada keju seperti cheddar untuk menghasilkan gradasi kuning hingga oranye yang konsisten.

Tips Memilih Keju Berkualitas

Untuk memilih keju berkualitas, perhatikan informasi nilai gizi pada kemasan, bukan hanya warna. Pastikan produk memiliki label yang jelas dan simpanan yang tepat.

>>> ESDM Setujui 664 RKAB Minerba 2026, Sejumlah Pengajuan Masih Dievaluasi

Keju dengan warna lebih gelap belum tentu lebih baik. Fokuslah pada kandungan nutrisi, tanggal kedaluwarsa, dan reputasi merek.