PT Panasonic Gobel Indonesia membidik pertumbuhan penjualan hingga dua kali lipat dalam ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 di PRJ Kemayoran, Jakarta, pada Sabtu (13/6).

Langkah agresif ini dipicu oleh peluncuran rangkaian produk premium serta program promosi selama pameran berlangsung.

>>> EV Solution, Bengkel Spesialis Atasi Kerusakan Motor Listrik Mid Drive

Perusahaan mengandalkan kelengkapan lini produk terbaru untuk mendongkrak transaksi.

Optimalisasi penjualan tersebut didukung oleh kehadiran produk elektronik rumah tangga kelas menengah ke atas yang dipamerkan sepanjang gelaran tersebut.

"Untuk tahun ini kami menargetkan penjualan sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kami optimistis karena didukung produk unggulan dan berbagai program promosi yang menarik," ujar Chief Sales Officer PT Panasonic Gobel Indonesia, Budi Pratama Widjaja.

Pihak manajemen menyatakan bahwa situasi pasar domestik saat ini masih sangat potensial bagi industri elektronik.

Panasonic memanfaatkan keberadaan fasilitas produksi lokal demi menjaga pasokan tetap aman dan meminimalkan dampak hambatan impor karena tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Produk Premium dan Promosi

Sejumlah produk premium yang diperkenalkan meliputi AC inverter HU-CKJ Series dengan teknologi nanoe™ X Generator Mark3, kulkas Made in Japan Series dan Cross French, hingga Water Purification System WPS Auto Backwash.

>>> Betrand Peto Tegur Perempuan yang Sebar Tuduhan ke Ruben Onsu

Dipamerkan pula produk perawatan pribadi berteknologi nanoe™ serta ionity, dan kamera compact Lumix.

"PRJ menjadi momentum bagi Panasonic untuk memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam menggunakan teknologi yang kami hadirkan," ujar Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Arif Gobel.

Strategi pengenalan produk premium sengaja diterapkan guna memperkuat posisi perusahaan di tengah kompetisi pasar elektronik yang ketat.

Selain meluncurkan produk baru, Panasonic menawarkan program promosi "WON the FULL" berupa potongan harga hingga 70% dan hadiah langsung.

"Sampai saat ini kami belum melakukan penyesuaian harga. Kami terus berupaya menahan kenaikan biaya agar dampaknya ke konsumen bisa diminimalkan," kata Arif Gobel.

Kebijakan menahan harga produk tersebut diambil di tengah tantangan ekonomi global yang memicu fluktuasi nilai tukar serta lonjakan biaya bahan baku.

>>> Persaingan Sengit Warnai Klasemen Grup B Piala Dunia 14 Juni 2026

Perusahaan saat ini terus menjalin komunikasi aktif dengan pihak pabrik dan pemasok untuk menyerap sebagian biaya produksi.