Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menghadapi masalah serius: sepi penonton. Pemesanan hotel di kota-kota penyelenggara jauh di bawah perkiraan.

Survei American Hotel and Lodging Association mencatat 80% hotel memiliki tingkat pemesanan di bawah ekspektasi beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

>>> San Antonio Spurs Ungguli New York Knicks pada Paruh Pertama Gim 5 Final NBA

Penjualan tiket juga lesu, dengan sekitar 25 ribu kursi masih tersedia di platform resmi FIFA.

Tiket hanya laku untuk pertandingan tim tuan rumah. Biaya tinggi disebut menjadi penyebab utama penggemar enggan meramaikan kompetisi ini.

Masalah Peserta Membludak

Piala Dunia 2026 diikuti 48 tim dengan total 104 pertandingan, jumlah yang jauh lebih besar dibanding edisi sebelumnya.

Hal ini turut mempengaruhi minat penonton.

Fenomena sepi penonton sebenarnya bukan hal baru.

Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, banyak kursi kosong di babak penyisihan grup, seperti pertandingan Yunani vs Korea Selatan.

>>> Jadwal KRL Jogja Solo 14 Juni 2026, Tarif Rp8.000

FIFA saat itu menyalahkan pemegang tiket korporat dan pemerintah yang tidak hadir.

Hal serupa terjadi pada 2014 dan 2018, dengan alasan harga tiket mahal dan penggemar lokal tak mampu membeli.

Kebijakan Trump Jadi Penghalang Turis

Kebijakan Presiden AS Donald Trump disebut menjadi alasan turis asing enggan datang.

Profesor Manajemen Olahraga North Carolina State University, Mike Edwards, mengatakan isu geopolitik membuat orang waspada bepergian ke AS.

Organisasi seperti ACLU juga memberi peringatan bagi warga asing yang ingin ke AS. Kebingungan soal visa dan keterlambatan proses penerbitan semakin mengurangi jumlah wisatawan internasional.

Sementara itu, warga AS sendiri menghadapi tekanan ekonomi seperti kenaikan harga bensin menjadi US$4,16 per galon pada Februari lalu, biaya hidup naik, dan pasar tenaga kerja melambat.

>>> Kompleks Raja Abdulaziz Ungkap Tujuh Tahapan Rumit Pembuatan Kiswah Ka'bah

Hal ini membuat mereka berhati-hati mengeluarkan uang untuk perjalanan dan hiburan.