Hal-hal yang Menjadi Tanda Haji Mabrur dalam Khutbah Jumat 19 Juni 2026

Ibadah haji menempati posisi penting sebagai rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Namun, keberhasilan menjalankan rangkaian haji tidak hanya diukur dari terpenuhinya syarat dan rukun ibadah, melainkan juga dari nilai kemabrurannya di sisi Allah SWT.

Dalam khutbah Jumat bertema Hal-hal yang Mengindikasikan Haji Mabrur, KH Djunaidi Hidayat mengingatkan pentingnya menjaga komitmen terhadap seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya sebagai bekal menuju kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Khutbah diawali dengan ajakan untuk memperkuat kesungguhan dalam menjalankan kewajiban agama serta memperbanyak amalan yang dianjurkan. Pada saat yang sama, umat Islam juga diminta menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang maupun perkara yang dimakruhkan.

Menurutnya, keteguhan menjaga keimanan menjadi salah satu tanda seseorang berada di jalan yang mengantarkannya pada kehidupan yang baik, baik selama di dunia maupun kelak di akhirat.

>>> Daftar Rating TV Nasional per Minggu, 14 Juni 2026: Indosiar Kuasai Posisi Teratas Lewat Dua Program Andalan

Haji dan Kemuliaan Tanah Haram

Dalam penjelasannya, KH Djunaidi Hidayat menerangkan bahwa syariat Islam hadir untuk menjaga fitrah dan kemanusiaan manusia. Karena itu, Allah mensyariatkan berbagai bentuk ibadah yang memiliki ketentuan dan aturan tertentu.

Setiap ibadah memiliki keutamaan yang berbeda. Ada ibadah yang keutamaannya berkaitan dengan waktu pelaksanaannya, ada pula yang terkait dengan tempat. Haji termasuk ibadah yang kemuliaannya melekat pada lokasi pelaksanaannya.

Ibadah haji dilakukan di kawasan suci Makkah dan Madinah yang memperoleh perlindungan hukum khusus. Sejumlah ketentuan berlaku di wilayah tersebut, mulai dari larangan bagi non-Muslim memasuki tanah haram hingga larangan merusak lingkungan dan berburu hewan tertentu.