Emiten transportasi dan logistik dari Grup Triputra, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), tengah bersiap melebarkan sayap bisnisnya ke sektor teknologi informasi.

Langkah ekspansi ini diwujudkan melalui pengembangan berbagai solusi digital yang dirancang khusus untuk industri transportasi serta logistik.

>>> Harga Emas Antam 14 Juni 2026 Stagnan di Rp2.711.000 per Gram

Manajemen ASSA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 Juni 2026 mendatang.

Agenda utamanya adalah memohon persetujuan dari para pemegang saham guna memuluskan penambahan empat bidang usaha baru yang berkaitan erat dengan digitalisasi operasional.

Empat sektor baru tersebut mencakup Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (KBLI 62199) serta Aktivitas Penerbitan Perangkat Lunak (KBLI 58290).

Selain itu, terdapat pula Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (KBLI 62204) dan Aktivitas Jasa Sistem Komunikasi Data (KBLI 61105).

Corporate Secretary Adi Sarana Armada, Jerry Fandy Tunjungan, menjabarkan bahwa langkah penambahan kegiatan usaha ini menjadi fondasi utama korporasi.

Strategi ini ditujukan untuk menyokong pengembangan bisnis Transportation Management System (TMS) Integrated Solution yang kini dipersiapkan perusahaan.

"Perseroan merencanakan pengembangan bisnis Transportation Management System (TMS) Integrated Solution, yaitu suatu solusi berbasis teknologi yang dirancang untuk mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan penyelesaian administrasi transportasi dalam satu sistem terpadu," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Minggu (14/6/2026).

Pihak manajemen menilai industri transportasi dan logistik di Indonesia sedang berada dalam fase transformasi besar.

Pergeseran ini didorong oleh pertumbuhan e-commerce yang masif, kompleksitas rantai pasok yang kian tinggi, serta tuntutan efisiensi biaya dan transparansi data.

Tantangan bagi para pelaku industri saat ini tidak lagi terbatas pada pemenuhan jumlah armada atau infrastruktur fisik semata.