Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (KTT G-7) di Evian-les-Bains, Prancis, pekan depan.

Acara yang berlangsung pada 15 hingga 17 Juni 2026 itu akan diisi dengan serangkaian pertemuan bilateral dengan mitra Timur Tengah dan global.

>>> Dylan Harper Bersinar di Final NBA, Pembagian Menit Spurs Dikritik

KTT digelar di tengah ketegangan ekonomi global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Penutupan jalur logistik migas vital itu memicu lonjakan harga bensin dan mengacaukan stabilitas pasar keuangan internasional.

Agenda Pertemuan Bilateral

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengungkapkan Trump akan mengadakan pembicaraan khusus dengan pemimpin Prancis, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, dan India.

Dialog tersebut akan fokus pada ketahanan rantai pasokan, kecerdasan buatan, keamanan, dan pemulihan sektor energi global.

Pemerintah AS mengonfirmasi adanya peluang penandatanganan kesepakatan baru dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan ditargetkan rampung paling cepat pada hari Minggu di sela-sela KTT.

>>> Suporter Skotlandia dan Haiti Padati Boston Jelang Laga Piala Dunia

Selain isu Iran, para pemimpin Eropa berniat mendesak Trump mendukung rencana negosiasi damai baru untuk meredakan perang Rusia-Ukraina.

Inggris, Prancis, dan Jerman menginginkan Moskow segera menerima gencatan senjata berdasarkan garis depan posisi militer saat ini sebagai titik awal perundingan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menjamu Trump dalam acara makan malam terpisah di Istana Versailles pada penutupan KTT hari Rabu.

Belum ada jadwal pertemuan resmi antara Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Namun, Gedung Putih memastikan pemimpin Ukraina tetap berpartisipasi dalam sesi kerja bersama anggota G-7.

>>> Mochamad Iriawan Pastikan Pasokan Avtur Bandara Ngurah Rai Aman

Hubungan dagang global dengan China dan pengadaan mineral penting juga masuk dalam agenda pembahasan utama KTT.