Meski demikian, sistem komputasi ini didesain secara fleksibel agar ke depannya bisa dipasarkan ke korporasi eksternal dari berbagai sektor.

Ekspansi ke sektor teknologi ini diproyeksikan mampu mendongkrak efisiensi, memperkaya portofolio layanan nilai tambah, serta menciptakan sumber pendapatan berulang.

Bisnis baru ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan finansial jangka panjang perusahaan.

Rencana kerja ini juga telah mengantongi hasil kajian positif dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) RSR yang menyatakan proyek TMS layak dijalankan.

Studi kelayakan mencatat potensi net present value (NPV) sebesar Rp12,62 miliar dan internal rate of return (IRR) menyentuh 41,93%.

Investasi untuk lini teknologi ini diperkirakan mencapai periode pengembalian modal atau payback period dalam jangka waktu 4 tahun 8 bulan.

>>> Amerika Serikat Tolak Visa Sebelas Anggota Delegasi Timnas Iran

Manajemen menegaskan ekspansi ini sudah selaras dengan peta jalan bisnis perseroan ke depan.