Peralatan makan yang tampak bersih dan mengilap belum tentu bebas dari residu kimia. Kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk rumah tangga pun semakin meningkat.

Banyak konsumen kini mencari sabun cuci piring yang tidak hanya efektif mengangkat lemak, tetapi juga aman bagi kulit dan tidak meninggalkan sisa bahan kimia pada piring.

in1

>>> 5 Micellar Water untuk Kulit Berminyak, Bikin Wajah Matte Seharian

Isu ini diangkat oleh Kilau Nipis melalui kampanye "Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi" yang diperkenalkan di Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026.

Kampanye ini mengajak masyarakat lebih cermat memilih sabun cuci piring.

Kebutuhan Konsumen yang Terus Berkembang

Senior Brand Manager Kilau Nipis, Bondan Abdul Malik, mengatakan kebutuhan konsumen terhadap produk rumah tangga terus berkembang seiring perhatian pada kesehatan dan kualitas hidup.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan tangan kasar atau iritasi akibat sabun cuci piring berbahan kimia. Bau sabun yang tertinggal setelah dibilas juga menjadi keluhan umum.

"Kami melihat semakin banyak keluarga Indonesia yang mengeluhkan kulit tangan teriritasi akibat terpapar zat kimia berbahaya dalam sabun cuci piring setiap hari, serta bau sabun yang tertinggal setelah piring dibilas.

Keduanya dapat menandakan sabun cuci piring yang digunakan mengandung bahan kimia," ujar Bondan.

Sebagai respons, Kilau Nipis menghadirkan sabun cuci piring berbahan dasar tumbuhan yang diklaim mampu mengangkat lemak dan bau amis tanpa meninggalkan residu kimia.

Produk ini telah melalui uji dermatologi, menggunakan formula food grade, dan memiliki sertifikasi USDA Biobased Product.

"Bagi kami, kebersihan bukan hanya soal piring yang tampak bersih, tetapi juga memastikan peralatan makan keluarga bebas dari residu kimia yang dapat mengurangi kenyamanan saat digunakan kembali.