Halaman utama Google menampilkan Doodle spesial bertema musik dangdut dalam rangka Hari Musik Sedunia yang jatuh pada 21 Juni.

Ilustrasi tersebut menggambarkan suasana panggung musik rakyat yang penuh warna, merefleksikan semangat kebersamaan dan perkembangan genre dangdut dari waktu ke waktu.

in1

>>> Pakar IPB Ungkap Penyebab Populasi Kunang-Kunang Menyusut Drastis

Alasan Pemilihan Tema Dangdut

Manajemen Google Indonesia mengungkapkan bahwa pemilihan tema dangdut didasari oleh keinginan untuk melestarikan budaya lokal Indonesia.

Muriel dari Google Indonesia menyatakan bahwa dangdut merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, sehingga diangkat dalam perayaan Hari Musik Sedunia.

Sebelumnya, Google Indonesia menggelar acara Geal-Geol Google pada 18 Juni 2026 di kawasan Pintu 6 Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, diisi dengan Senam Kesegaran Jasmani yang dipandu Reza Chandika dan dihadiri penyanyi Inul Daratista.

Peran Seniman Lokal dalam Pembuatan Doodle

Doodle ini dibuat oleh Ardhira Putra, perancang grafis bergerak asal Jakarta yang telah berkiprah di kancah internasional.

Ardhira mengaku bangga mendapat kesempatan memvisualisasikan dangdut, yang menurutnya merupakan simbol inklusivitas dan kebanggaan identitas musik Indonesia.

Ia berharap Doodle ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus bangga pada budaya musik tanah air.

Tren Pencarian Dangdut Meningkat

Data internal Google menunjukkan lonjakan pencarian terkait musik dangdut dalam setahun terakhir.

Pencarian subgenre modern seperti Pop-Dut dan Disco Dangdut naik 20 hingga 30 persen.

>>> Cara Daftar Program Kualifikasi Akademik S1 dan D4 Guru via SIPKA-GURU

Kata kunci tempat hiburan dangdut melonjak 90 persen, sementara pencarian pagelaran musik naik 30 persen.

Pencarian tokoh penari goyang ikonik meningkat 100 persen, dan pencarian teks lagu lawas naik sekitar 120 persen.