Google Indonesia memajang desain khusus Doodle bertemakan perayaan musik dangdut pada halaman utama Search, bertepatan dengan Hari Musik Dunia pada 21 Juni 2026.

Ilustrasi yang dirancang oleh desainer Ardhira Putra itu menangkap esensi panggung dangdut yang dinamis dan penuh energi kebersamaan.

in1

>>> PSOI Targetkan Prestasi di Olimpiade dengan Pelatnas Jangka Panjang

Ardhira, yang dikenal melalui karya-karyanya di tingkat global, menyatakan kebanggaannya dapat memvisualisasikan identitas musik Indonesia pada situs pencarian global.

"Doodle ini saya buat untuk menginspirasi masyarakat agar terus bangga pada identitas musik kita.

Bagi saya, dangdut adalah simbol inklusivitas," ujar Ardhira dalam siaran pers Google Indonesia di Jakarta, Minggu.

Country Marketing Manager Google Indonesia Muriel Makarim menjelaskan minat masyarakat terhadap musik dangdut di platform digital menunjukkan pergerakan positif sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Google Search, pencarian genre "Popdut" meningkat 30 persen, sementara "Disco Dangdut" naik 20 persen.

Lonjakan juga terjadi pada kata kunci terkait atmosfer hiburan, seperti "Dangdut Cafe" yang naik 90 persen dan "Konser Dangdut" sebesar 30 persen.

Masyarakat juga semakin aktif mencari referensi ekspresi dan gerakan.

Pencarian seputar ikon dangdut, seperti "penyanyi Goyang Dombret" dan "lirik lagu Inul Daratista", meningkat hingga lebih dari 100 persen.

>>> Brian Brobbey Cetak Dua Gol, Belanda Kalahkan Swedia di Piala Dunia 2026

Fitur Interaktif dan Pandangan Inul Daratista

Dengan Doodle bertemakan perayaan musik dangdut, Google Indonesia memberikan fitur interaktif di halaman Search. Pengguna dapat memanfaatkan teknologi berbasis AI untuk membedah khazanah musik lokal dengan lebih presisi.

Fitur yang tersedia meliputi Hum to Search yang memungkinkan pengguna mencari lagu hanya dengan menyenandungkan nada, serta fitur lirik lengkap dengan terjemahan untuk membantu memahami makna lagu daerah.