Tim produksi drama Korea Perfect Crown secara resmi membatalkan rencana perilisan edisi Blu-ray yang sebelumnya sangat dinantikan penggemar.

Keputusan ini diumumkan pada 15 Juni melalui fan cafe resmi tim promosi Blu-ray, menandai babak baru dari kontroversi yang membayangi serial tersebut.

in1

>>> Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Allkpop, tim promosi menyatakan telah berupaya maksimal untuk merealisasikan proyek tersebut. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai kondisi, produksi diputuskan tidak dilanjutkan.

Mereka meminta maaf kepada penggemar yang telah menunggu dan mendukung, serta meminta publik tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi.

Pemesanan Dibatalkan, Dana Dikembalikan

Sebelumnya, proyek Blu-ray Perfect Crown sempat dibuka untuk pemesanan awal dengan harga 259.800 won Korea atau sekitar Rp3 juta.

Pihak promosi mengonfirmasi bahwa seluruh pemesanan akan dibatalkan secara otomatis dan dana dikembalikan mulai 18 Juni.

Perfect Crown merupakan drama produksi MBC yang berakhir pada 16 Mei lalu, berlatar dunia fiksi Korea Selatan abad ke-21 dengan sistem monarki konstitusional.

>>> Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks

Ceritanya berfokus pada kisah cinta antara pewaris konglomerat Sung Hee Joo (IU) dan Pangeran Ian (Byeon Woo Seok) yang menghadapi tantangan sosial dan perbedaan status.

Kontroversi Distorsi Sejarah

Sejak episode 11, drama ini diterpa kritik terkait dugaan distorsi sejarah, terutama pada adegan prosesi penobatan Pangeran Ian.

Penonton dan pemerhati sejarah menyoroti penggunaan mahkota yang dianggap lebih identik dengan negara bawahan, serta seruan "Cheonse" yang tidak sesuai dengan tradisi kekaisaran.

Kritik menyebar luas di media sosial, dan sutradara Park Joon Hwa, penulis Yoo Ji Won, serta sejumlah pemeran telah menyampaikan permintaan maaf.

Meski kontroversi terus berlanjut, episode terakhir Perfect Crown mencatat rating nasional 13,8 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang penayangan.

>>> Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Namun, kesuksesan rating tidak cukup menghapus dampak polemik, dan pembatalan Blu-ray menjadi bukti pengaruh kontroversi terhadap proyek turunan drama tersebut.