Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota angkat bicara terkait isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan anggaran Rp 1,8 triliun.

Joao menyayangkan isu tersebut justru disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia mempertanyakan validitas data yang digunakan dan menilai narasi itu provokatif serta tidak berdasar.

>>> Hasil SEA V Cup: Timnas Voli Indonesia Gilas Kamboja 3-0

"Kita perhatiin ya maksudnya melihat bahwa anggota Dewan kita berani bicara di publik tanpa mendapatkan data-data yang prudent sehingga sebetulnya sikap-sikap beliau seperti itu sangat merendahkan dan tidak menjunjung tinggi kehormatan badan Dewan Perwakilan Rakyat," ujar Joao di Jakarta, Kamis (16/7).

Menurut Joao, semua pihak seharusnya bersatu memajukan ekonomi desa, bukan menyebarkan informasi yang berpotensi menjadi fitnah.

Ia menegaskan fitnah atau narasi tanpa data hanya akan menghambat langkah pemerintah menyejahterakan masyarakat desa.

"Kebenarannya (pengadaannya) tinggal ditanya kepada beliau saja datanya dari mana," ungkapnya.

Saat ditanya apakah data tersebut bisa disebut 'bodong', Joao tidak menyangkal secara langsung. "Kalau saya bilang bodong, anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga (bodong) sih," jawabnya.

Joao memastikan pihaknya telah memiliki perencanaan detail terkait pengadaan dalam program Kopdes Merah Putih.

Ia menyebut ada 26 jenis pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) untuk mendukung operasional Kopdes, termasuk mobil pickup.

"Ada 26 jenis sarana-prasarana yang diadakan di Agrinas. Rincian detailnya nanti mungkin bisa baca di kemarin waktu saya kasih di salah satu media sosial," pungkasnya.

Terpisah, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pengadaan 1,8 juta kipas angin tersebut bukan dilakukan oleh Kementerian Koperasi.