Natalius Pigai Sentil Aparat: Saya Pejabat Negara Jadi Korban, Apalagi Rakyat
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti peristiwa ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang yang diduga dilakukan oleh seorang siswa kelas XII pada Selasa (14/7) dengan motif balas dendam karena sering menjadi korban perundungan (bullying).
Menanggapi peristiwa tersebut, Pigai menegaskan bahwa bullying merupakan bentuk kejahatan serius yang harus diberantas secara berkelanjutan oleh seluruh komponen pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
>>> Kuasai 47% Pasar Dunia, Mengapa Indonesia Tak Bisa Tentukan Harga Batu Bara?
Menurutnya, penanganan perundungan tidak boleh tebang pilih, baik yang terjadi secara verbal, fisik, maupun di media sosial.
"Bullying itu adalah salah satu kejahatan yang harus dieliminir oleh seluruh komponen pemerintah terus-menerus.
Saya sendiri juga kan dari dulu termasuk anti-bullying," ujar Natalius Pigai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Dalam keterangannya, Pigai mengaku hingga kini masih kerap menjadi sasaran ujaran rasis di media sosial.
Ia mempertanyakan kinerja aparat kepolisian yang dinilai belum maksimal dalam menindak akun-akun anonim yang menyebarkan ujaran kebencian.
"Kan banyak juga yang rasis ke saya. Pertanyaan saya sederhana saja, saya kan pejabat negara, kenapa polisi tidak mau hentikan?
>>> Baru Sehari, Kebijakan Trump Soal Selat Hormuz Berubah Akibat Tekanan
Saya saja korban rasis, apalagi rakyat," kata Pigai.
Ia menambahkan, aktivitas akun anonim di media sosial sebenarnya dapat dilacak oleh lembaga yang memiliki kewenangan di bidang siber.
Jika identitas pemilik akun diketahui, menurutnya aparat setidaknya dapat memberikan peringatan atau teguran sebagai langkah pencegahan tanpa harus langsung menjatuhkan sanksi.
Pigai menilai kegagalan meredam perundungan digital di Indonesia dapat dikategorikan sebagai bentuk "kejahatan karena pembiaran" (by omission).
Menurutnya, lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi ruang digital seharusnya lebih aktif dalam mencegah dan menghentikan praktik perundungan.
Pigai menilai pengawasan terhadap akun-akun perundung di media sosial belum berjalan efektif. Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi agar lebih responsif terhadap laporan masyarakat terkait perundungan dan ujaran kebencian.
>>> Sinopsis The Hitman's Wife's Bodyguard di Bioskop Trans TV
"Ini maaf ya saya menteri tapi saya ngomong keras. Kita evaluasi diri juga kami pemerintah ini," pungkas Pigai.
Update Terbaru
AS Bombardir Iran Lagi: Target Lumpuhkan Kekuatan Militer Teheran
Rabu / 15-07-2026, 19:50 WIB
Tom Holland: 'Frame Terakhir' Spider-Man: Brand New Day Akan Jelaskan Judul
Rabu / 15-07-2026, 19:50 WIB
Guenther Steiner Ragukan Peluang Max Verstappen ke Mercedes
Rabu / 15-07-2026, 19:50 WIB
Kenapa Mata Berair saat Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
Wamendagri Kawal Usulan Pembangunan KPP 4 DOB Papua Masuk PSN
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
FIFA Langgar Hukum jika Gelar Acara di Jeda Final Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
Purbaya Disemprot DPR Gegara Pindahkan Dana SAL ke Bank Himbara
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
Calon Pembeli Rumah Jennifer Lopez Batal, Transaksi Gagal
Rabu / 15-07-2026, 19:45 WIB
Pemkot Medan Minta Penjelasan soal Antrean BBM di SPBU Pertamina
Rabu / 15-07-2026, 19:45 WIB
Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan Green and Smart Port
Rabu / 15-07-2026, 19:45 WIB
Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Misterius, Bantahan Rumor Alkohol
Rabu / 15-07-2026, 19:42 WIB
Spanyol Incar Sejarah, Hentikan Dominasi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 19:42 WIB
Yoo Ah In Hadiri Pemutaran Perdana 'HOPE', Penampilan Publik Pertama Sejak Kasus Narkoba
Rabu / 15-07-2026, 19:42 WIB
Mobil Tabrak 4 Motor di Cipayung Jaktim, 2 Pemotor Luka
Rabu / 15-07-2026, 19:42 WIB







