Dulu Bankir, Kini Main di Piala Dunia Berkat Chat LinkedIn
Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan besar.
Negara kecil Tanjung Verde berhasil menahan imbang timnas Spanyol 0-0 pada laga perdana Grup E, Senin (15/6/2026) malam.
>>> China Bangun Bendungan Raksasa Motuo di Tibet Senilai USD 168 Miliar
Bermain di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, tim debutan asal Afrika itu tampil disiplin. Spanyol melepaskan 27 tembakan, namun tak satu pun berbuah gol.
Kiper Vozinha menjadi pahlawan dengan tujuh penyelamatan penting. Namun, di balik hasil heroik itu, ada cerita unik tentang bagaimana salah satu pemainnya bisa bergabung.
Pesan LinkedIn yang Hampir Terlewat
Roberto Lopes, bek tengah yang kini menjadi andalan Tanjung Verde, awalnya adalah seorang bankir di Irlandia. Ia bermain untuk Shamrock Rovers dan memiliki ayah dari Tanjung Verde.
Pelatih kepala Tanjung Verde saat itu, Rui Aguas, mengetahui bahwa Lopes memenuhi syarat membela negara tersebut berdasarkan aturan FIFA.
Aguas pun mengirim pesan LinkedIn kepada Lopes.
Masalahnya, pesan itu ditulis dalam bahasa Portugis, yang tidak dikuasai Lopes. Ia mengira itu spam dan mengabaikannya.
"Saya kira itu pesan spam dan saya tidak memperhatikannya," kata Lopes kepada BBC Sport, dikutip dari Inc, Selasa (16/6/2026).
>>> Huawei Uji Ponsel Layar Lebar dengan Rasio Unik 16:10
Sembilan bulan kemudian, Aguas mengirim pesan lanjutan. Kali ini Lopes menerjemahkannya dengan Google Translate dan langsung menyatakan kesediaannya bergabung.
Pelajaran dari Hampir Gagal
Kisah ini menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi dalam menjangkau calon. Pakar komunikasi Kyle Elliot mengatakan banyak pesan LinkedIn dianggap spam karena memang banyak yang spam.
Karen Freberg, profesor komunikasi strategis, menambahkan bahwa akses tidak sama dengan perhatian. "Hanya karena seseorang dapat mengirim pesan LinkedIn bukan berarti penerima akan menanggapinya," ujarnya.
Kendala bahasa juga menjadi faktor. Mengirim pesan dalam bahasa yang bukan bahasa utama penerima bisa disalahartikan sebagai bot.
Seandainya Aguas tidak menindaklanjuti, Tanjung Verde mungkin akan kehilangan salah satu pemain kuncinya. Beruntung, kegigihan sang pelatih membuahkan hasil.
Dari 25 pemain dalam skuad Tanjung Verde, 14 lahir di luar negeri.
>>> Polisi Ungkap Karbon Monoksida Tewaskan Satu Keluarga di Posong
Negara dengan populasi kurang dari 600.000 jiwa ini membuktikan bahwa strategi mencari diaspora bisa membawa hasil manis di panggung dunia.
Update Terbaru
Pemkot Solo Sinkronkan Dua Kubu Keraton Jelang Kirab Malam 1 Suro
Selasa / 16-06-2026, 19:57 WIB
Promo Belanja Hemat Indomaret 30 April hingga 6 Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:57 WIB
Gempa Magnitudo 6,7 Rusak Belasan Rumah di Sulawesi Tengah
Selasa / 16-06-2026, 19:57 WIB
Garena Rilis Kode Redeem FF 17 Mei 2026 untuk Klaim Item Gratis
Selasa / 16-06-2026, 19:56 WIB
Kebijakan Pemerintah dan Roadshow Global Bond Dorong IHSG dan Rupiah Menguat
Selasa / 16-06-2026, 19:56 WIB
Argentina Bersiap Hadapi Aljazair pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:56 WIB
TVRI Siarkan Langsung Dua Pertandingan Piala Dunia 2026 Hari Ini 16 Juni
Selasa / 16-06-2026, 19:56 WIB
Massimiliano Allegri Segera Latih Napoli, Pengumuman Pekan Ini
Selasa / 16-06-2026, 19:56 WIB
Khofifah Ajak Hijrah Menuju Hidup Sehat dan Produktif di Tahun Baru Islam
Selasa / 16-06-2026, 19:56 WIB
Timnas Yordania Siap Hadapi Austria pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:55 WIB
Jadwal MPL S17 Week 8 Day 2 16 Mei 2026: Evos vs Navi hingga RRQ Hoshi
Selasa / 16-06-2026, 19:55 WIB
Mengenal Empat Hari Besar pada 5 April 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:55 WIB
Alfamart Gulirkan Promo Camilan Hemat Awal Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:55 WIB
FIFA Terapkan Jeda Minum Wajib pada Setiap Babak Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:54 WIB






