Kepolisian mengungkapkan bahwa satu keluarga berjumlah empat orang asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, meninggal dunia akibat menghirup gas karbon monoksida dari tungku briket di dalam tenda saat berkemah di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah.

Empat korban diidentifikasi sebagai Muhammad Ali Munawar (52), Alvino Evan Hakim (17), Bagas Amar Hakiki (21), dan Maghfirah (43).

>>> Redmi Konfirmasi Peluncuran K90 Ultra Akhir Bulan Ini

Mereka ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam tenda yang tertutup rapat.

Pihak berwajib menjelaskan bahwa alat penghangat dari tanah liat tersebut diduga dialihfungsikan oleh para korban untuk mengolah makanan di dalam area perkemahan.

"Tujuannya untuk penghangat.

Namun dalam foto-foto korban, dalam handphone korban didapati korban menggunakan ini untuk membakar pisang," kata Zamrul saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Senin (15/6/2026).

Aparat kepolisian menyebutkan bahwa posisi alat pembakaran tersebut sempat digeser oleh saksi yang pertama kali mendatangi tempat kejadian perkara guna memberikan pertolongan.

"Hasil pemeriksaan saksi Zaki yang pertama kali mendapati korban sudah tidak bernapas, posisi tungku ada di dalam tenda.

Jadi saksi Zaki mengakui bahwa dia memang memindahkan tungku agar memudahkan akses masuk ke dalam tenda," ujar Zamrul.

Kondisi letak perapian tersebut berada tepat di bagian depan akses masuk tenda sebelum dipindahkan ke luar ruangan.

"Jadi posisi tungku ini berada di pintu tenda. Jadi ketika membuka sleting tenda itu langsung ada tungku.

Jadi saksi memang memindahkan tungku keluar dari tenda untuk memudahkan evakuasi dan mengecek kondisi korban," dia menjelaskan.

Simulasi dan Pengujian Kadar Udara

Tim Laboratorium Forensik kemudian melakukan prosedur rekonstruksi serta pengujian kadar udara di lokasi untuk mengukur tingkat fatalitas gas beracun.