Tragedi glamping di Temanggung pada 28 Mei 2026 yang merenggut empat nyawa akibat keracunan karbon monoksida (CO) menjadi peringatan serius.

Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, namun sangat mematikan.

>>> Pelatih Yordania Berharap Messi Tampil di Piala Dunia 2026, Pesannya Mengejutkan

Menurut Johns Hopkins Medicine, CO adalah produk sampingan pembakaran bahan bakar seperti kayu, bensin, arang, gas alam, dan minyak tanah.

Paparan dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu penyerapan oksigen, merusak otak dan jantung, hingga menyebabkan kematian.

7 Peralatan Rumah Tangga Penghasil Karbon Monoksida

Berikut adalah benda-benda di rumah yang berpotensi menghasilkan gas CO jika tidak dirawat dengan benar:

  • Kompor dan Oven Gas: Semua peralatan dapur berbahan bakar gas alam atau propana dapat melepas CO, termasuk mesin pengering pakaian.
  • Tungku Kayu Bakar: Pastikan asap dari tungku kayu tidak terjebak di dalam ruangan.
  • Alat Pemanas Air (Water Heater): Sistem pembuangan yang bermasalah pada pemanas air gas dapat mengeluarkan CO.
  • Generator Listrik Portabel: Genset menghasilkan CO dalam jumlah besar karena pembakaran bahan bakar.
  • Asap Knalpot Kendaraan: Mobil yang dipanaskan di garasi tertutup adalah sumber paparan CO yang sangat berbahaya.
  • Asap Rokok: Kandungan CO dalam asap rokok lebih tinggi dibanding sumber bahan bakar lain di rumah.
  • Panggangan Arang: Menggunakan arang di dalam ruangan tertutup atau garasi sangat berbahaya karena pelepasan CO yang cepat.

Setiap peralatan tersebut memerlukan perhatian khusus pada sirkulasi udara. Kelalaian dalam ventilasi dapat berakibat fatal bagi seluruh anggota keluarga.

Langkah Praktis Mencegah Keracunan Gas di Rumah

Pencegahan dimulai dari kedisiplinan merawat peralatan dan menjaga aliran udara bersih. Berikut panduan dari US Environmental Protection Agency: