Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa keracunan makanan masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Setiap tahun, makanan yang terkontaminasi menyebabkan lebih dari 1,5 juta kematian.

Selain itu, kontaminasi pangan juga memicu sekitar 885 juta kasus penyakit di berbagai belahan dunia.

>>> FIFA Larang Penonton Bawa Botol Minum di Piala Dunia 2026

Data ini menunjukkan bahwa masalah keracunan makanan tidak hanya disebabkan oleh makanan basi atau pengolahan yang tidak higienis.

WHO menyebutkan berbagai faktor pemicu keracunan, mulai dari bakteri, parasit, virus, hingga kandungan logam berat beracun. Bakteri tetap menjadi penyebab utama dalam kasus keracunan makanan.

Pada tahun 2021, tercatat sekitar 250 ribu orang meninggal setelah mengonsumsi makanan yang tercemar bakteri berbahaya. Bakteri seperti Campylobacter dan E.

coli sering ditemukan pada daging unggas mentah, produk susu mentah, serta buah dan sayur yang tidak dicuci bersih.

Ancaman Bakteri Listeria dan Parasit

WHO juga menyoroti ancaman bakteri Listeria yang sering ditemukan dalam produk susu tanpa pasteurisasi.

Infeksi ini umumnya ringan bagi orang dewasa sehat, tetapi bisa berakibat fatal bagi ibu hamil dan bayi baru lahir, seperti keguguran atau infeksi berat.

>>> IHSG Anjlok ke Level 5.692 Akibat Tekanan Jual Investor Asing

Kontaminasi parasit pada bahan pangan juga menjadi faktor risiko.

Parasit biasanya menempel pada sayuran yang terpapar pupuk dari kotoran hewan atau manusia, serta pada daging sapi dan babi yang kurang matang.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan bahwa keamanan pangan adalah isu yang melekat dengan kehidupan sehari-hari. "Keamanan pangan bukanlah isu yang abstrak.

Ini berkaitan dengan setiap makanan, setiap keluarga, dan setiap hari," ujarnya.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa jaminan keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan makanan. Faktor penyimpanan, pengolahan, dan higienitas selama proses memasak juga sangat penting.

>>> KJP Plus Tahap I 2026 Cair Mulai 5 Juni untuk 707.477 Murid

Langkah sederhana seperti mencuci bahan pangan dengan bersih dan memastikan makanan matang sempurna dapat menekan risiko keracunan makanan.