Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,53 persen atau 147,63 poin ke level 5.692,15 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (5/6/2026).

Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang masif serta kejatuhan harga saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

>>> KJP Plus Tahap I 2026 Cair Mulai 5 Juni untuk 707.477 Murid

Data RTI Business mencatat nilai transaksi hingga akhir sesi I mencapai Rp21,09 triliun dengan volume perdagangan 25,26 miliar saham melalui 1,32 juta kali frekuensi transaksi.

Nilai kapitalisasi pasar pada jeda perdagangan tersebut tercatat sebesar Rp10.038,9 triliun.

Pelemahan indeks utama ini berjalan beriringan dengan penurunan indeks LQ45 sebesar 2,46 persen ke posisi 566,630.

Sebanyak 588 saham mengalami pelemahan, 111 saham menguat, dan 109 saham lainnya bergerak stagnan.

Aksi Jual Bersih Investor Asing Capai Rp1,27 Triliun

Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp1,27 triliun di seluruh pasar.

Rinciannya, jual bersih Rp1,43 triliun di pasar reguler dan beli bersih Rp163,11 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Nilai total turnover pasar menyentuh Rp25,5 triliun, di mana investor domestik mendominasi frekuensi transaksi sebesar 71,27 persen, sedangkan asing berkontribusi 28,73 persen.

>>> Sarwendah Minta Maaf dan Bantah Persulit Ruben Onsu Bertemu Anak

Saham perbankan raksasa menjadi penekan utama laju indeks.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 5,53 persen ke Rp5.125 per saham, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 4,09 persen ke Rp3.280, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 2,25 persen ke Rp3.870, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merosot 2,14 persen ke Rp2.750.