Sebelumnya, analis CGS International Sekuritas memperkirakan pergerakan indeks akan bervariasi dengan kecenderungan melemah akibat tekanan jual investor asing dan pelemahan rupiah.

"IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.740/5.640 dan resist 5.940/6.040," jelas analis CGS International.

Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas mengaitkan penurunan ini dengan beredarnya sejumlah rumor di dalam negeri yang menggerus kepercayaan pasar.

"Minimnya katalis positif dan ketidakpastian membuat IHSG bergerak terbatas. Pasar juga akan mencermati pergerakan rupiah dan rilis data ketenagakerjaan AS," jelas analis BRI Danareksa.

Secara teknikal, indikator pasar menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan melalui melebarnya histogram negatif pada MACD serta terbentuknya pola death cross pada Stochastic RSI.

>>> Sabar/Reza Kalahkan Wakil China, Lolos ke Perempat Final Indonesia Open 2026

Analis Phintraco menulis, "Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, diperkirakan pergerakan IHSG masih fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700-5.800."