Berdasarkan waktu kematian, para korban diperkirakan mengembuskan napas terakhir pada Rabu (27/5/2026) dini hari akibat kegagalan fungsi pernapasan yang masif.

"Kami melakukan pemeriksaan dari pemeriksaan ini dapat disimpulkan dari tanda pasti kematian terkait dengan lebah mayat dan juga kaku mayat, ini kurang lebih 24 jam dari kami periksa.

Kami periksa hari Kamis. Kemungkinan dini hari menjelang pagi sudah meninggal," ujarnya.

Kehilangan kesadaran hingga kematian mendadak tersebut terjadi dalam hitungan menit tanpa disadari oleh seluruh anggota keluarga.

"Kalau mulai dari lemas mulai dari dia kekurangan oksigen digantikan oleh CO ini kurang lebih dalam hitungan menit.

Ada empat proses, setiap proses ini kurang lebih 2 menit.

Jadi cepat, begitu sudah mulai CO-nya masuk oksigennya sangat menipis, ini sudah kurang lebih 8 menit dari dari mulai kehilangan apa oksigen, sesak nafas, kemudian kejang dan seterusnya ini kurang lebih 8 menit," kata dia.

Karakteristik senyawa kimia yang tidak terdeteksi oleh indra manusia membuat para korban tidak sempat menyelamatkan diri.

"Kemungkinan tidak (terasa). Karena gas CO ini tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna.

Siap (meninggalnya dalam kondisi tidur). Keluar seharusnya (jika masih sadar), karena sudah mulai pusing.

>>> 1 Muharram 1448 H: Momentum Muhasabah dan Amal Saleh

(Meninggal dalam kondisi) tidur," ujar Istiqomah.