Penyelidikan kematian satu keluarga saat berkemah di kawasan wisata Posong, Temanggung, mulai menemukan titik terang. Empat orang yang tewas diduga kuat akibat faktor kesehatan dan keamanan lingkungan.

Polres Temanggung menduga para korban meninggal karena menghirup gas beracun secara tidak sengaja. Gas tersebut berasal dari aktivitas memasak atau penggunaan alat pemanas di sekitar tenda.

>>> Penghormatan Terakhir, Ryamizard Ryacudu Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Hasil Autopsi dan Dugaan Penyebab Kematian

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menyampaikan perkembangan autopsi. Pemeriksaan medis terhadap jenazah selesai pada Kamis (28/5) siang di rumah sakit setempat.

Tim dokter menemukan dua indikasi kuat penyebab kematian keluarga asal Ambarawa tersebut. Indikasi pertama adalah keracunan makanan yang dikonsumsi sebelum kejadian.

Dugaan kuat kedua adalah keracunan gas dari proses pembakaran di lokasi. Polisi masih mendalami kedua kemungkinan ini untuk memastikan penyebab pasti.

Iptu Komang menegaskan pemeriksaan mendalam masih dilakukan Bid Labfor Polda Jawa Tengah. Tim penyidik menunggu hasil uji laboratorium terhadap berbagai sampel dari TKP.

Barang Bukti yang Diamankan

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Berikut daftarnya:

  • Lima unit ponsel genggam milik korban.
  • Satu unit mobil Honda Jazz yang digunakan keluarga menuju lokasi.
  • Satu unit kamera digital di area kamping.
  • Satu set kompor gas portabel lengkap dengan peralatan masak.
  • Satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket.
  • Sisa makanan seperti daging, sosis, sayur, dan nasi putih.

Seluruh barang bukti sedang diperiksa tim ahli laboratorium forensik. Peneliti ingin memastikan ada tidaknya zat berbahaya dalam sisa makanan dan hasil pembakaran.

Kronologi dan Kondisi di Dalam Tenda