Polisi Ungkap Karbon Monoksida Tewaskan Satu Keluarga di Posong
"Itu di dalam dalam kurun waktu sekitar satu jam dengan posisi pembakaran di luar ruangan itu dalam ruangan sudah terdeteksi setiap kenaikan lima menit kita pantau, sampai satu jam itu sudah mencapai 200 lebih ppm CO-nya (karbon monoksida)," kata Ibnu.
Simulasi berikutnya menunjukkan lonjakan drastis konsentrasi zat berbahaya ketika ventilasi udara ditutup sepenuhnya.
"Kurang lebih satu jam juga di dalam tenda terdeteksi sekitar 2.000 ppm kondisi udara di dalam tenda mengandung gas CO.
Dari situ kita juga yakin kalau sumber gas yang meracuni itu korban adalah dari arang yang untuk pembakarannya," kata dia.
Pemeriksaan medis dan laboratorium terhadap sampel biologis para korban memperkuat temuan zat kimia berbahaya di dalam tubuh mereka.
"Kemudian untuk memastikan lagi hasil dari Bid Dokkes penyebab kematiannya kita periksa korban dan darah dari korban. Semuanya positif CO," kata Ibnu.
>>> Warga Palu Antre Isi BBM di SPBU Usai Gempa Magnitudo 6,7
Ahli medis menyatakan bahwa ambang batas aman senyawa tersebut sangat rendah dan dapat memicu gejala klinis berat jika melampaui batas tertentu.
"Normalnya seminimal mungkin tetapi untuk mulai toksik itu mulai 800 sudah mulai toksik. Semakin meningkat semakin cepat (efeknya).
Kalau 800 mungkin masih kerasa pusing dan sebagainya, begitu sudah mulai meningkat pusingnya lebih hebat dan lebih singkat," ujar Istiqomah.
Tingginya kadar gas yang terperangkap di dalam ruang tertutup membuat risiko fatalitas menjadi jauh lebih tinggi bagi manusia.
"Jadi mulai dari 1.600-an, apalagi sampai 2.000, ini lebih singkat untuk gejala yang dialami. Jadi, untuk kematiannya akan lebih, lebih proyektif.
Jadi, lebih mungkin mematikan atau lebih mematikan dengan kenaikan dosis," kata Istiqomah.
Update Terbaru
Pemerintah Optimistis Redanya Konflik AS-Iran Longgarkan Ruang Fiskal APBN
Selasa / 16-06-2026, 21:36 WIB
Menteri Haji Wacanakan Skema War Tiket Hati untuk Atasi Antrean Panjang
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
UNESCO Tetapkan Tema Hari Seni Sedunia 2026: A Garden of Expression
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Mako Bakery Promo Dry Cake Mulai Rp 41.000, Berlaku 9-14 Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengonsumsi Melatonin untuk Masalah Tidur?
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Sharp Rilis AQUOS R11 dengan Kamera Leica dan Fitur Relaksasi
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Timnas Irak Hadapi Norwegia di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:34 WIB
Saham SpaceX Melonjak, Valuasi Tembus 2,75 Triliun Dolar AS
Selasa / 16-06-2026, 21:34 WIB
Jose Mourinho Bantah Rumor ke Real Madrid, Fokus Perpanjang Kontrak di Benfica
Selasa / 16-06-2026, 21:34 WIB
Kode Redeem Slime RNG Mei 2026 dan Cara Klaim di Roblox
Selasa / 16-06-2026, 21:33 WIB
Realme 16 5G vs Vivo V60 Lite 5G: Duel Spesifikasi di Kelas Menengah
Selasa / 16-06-2026, 21:33 WIB
Promo JSM Alfamart 9 Mei 2026: Diskon Kopi hingga Deterjen
Selasa / 16-06-2026, 21:32 WIB
Superindo Potong Harga Ayam hingga Sabun Mandi 9 Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:32 WIB
Marciano Norman Resmi Lantik Oni Junianto sebagai Ketua Umum PB FAJI
Selasa / 16-06-2026, 21:32 WIB






