Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, setelah gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa.

Puluhan mobil dan sepeda motor terlihat mengantre di SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Sisingamangaraja tidak lama setelah gempa.

>>> 1 Muharram 1448 H: Momentum Muhasabah dan Amal Saleh

Warga khawatir akan gempa susulan dan kebutuhan mobilitas darurat menjadi alasan utama mereka memadati SPBU.

Rahmat Arsyad, salah satu warga Palu, mengaku langsung menuju SPBU untuk mengisi penuh tangki kendaraan setelah merasakan guncangan gempa cukup kuat.

"Setelah gempa tadi, saya langsung isi BBM karena khawatir kalau terjadi gempa susulan dan harus berpindah ke tempat yang lebih aman.

Antreannya juga cukup panjang karena banyak warga pikiran sama," ujarnya.

Warga lainnya, Akbar Aba, mengatakan peningkatan antrean terjadi di sejumlah SPBU yang ia lewati setelah gempa.

"Banyak kendaraan masuk ke SPBU. Mungkin masyarakat ingin berjaga-jaga supaya kendaraan siap digunakan sewaktu-waktu," kata dia.

Meskipun terjadi lonjakan konsumen, pelayanan di SPBU tetap normal. Petugas mengatur arus kendaraan untuk menghindari kemacetan.

>>> Alvaro Arbeloa Dukung Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid

Gempa dan Dampaknya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada pukul 10.27 Wita.

Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG mencatat puluhan gempa susulan hingga siang hari. Masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik serta mengikuti informasi resmi.

Sebagian warga masih memilih bertahan di area terbuka dan mempersiapkan kebutuhan darurat, termasuk memastikan ketersediaan BBM.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Trisno Yunianto mengatakan akses Jembatan Palu III untuk sementara ditutup karena ada bagian yang mengalami masalah setelah gempa.

Pemkot Palu dan kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyiapkan jalur alternatif.

"Rambu-rambu sudah dipasang. Petugas dari kepolisian dan Dishub juga sudah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas.

>>> Format Baru Piala Dunia 2026 Dikritik Media Italia, Dianggap Turunkan Kualitas

Kebijakan ini berdasarkan perintah kepala daerah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan," ucapnya.