Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa siang menyebabkan sejumlah bangunan di Kampus Universitas Tadulako (Untad) mengalami kerusakan.

Rektor Untad Prof Amar dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, Selasa, menyatakan hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun luka akibat gempa tersebut.

>>> Bukayo Saka Pulih Total dan Siap Bela Inggris di Piala Dunia 2026

Berdasarkan data awal yang dihimpun pihak universitas, kerusakan terjadi pada sejumlah gedung yang sebelumnya telah direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018.

Kerusakan pada Gedung Rektorat hingga RS Untad

Hasil identifikasi sementara oleh Tim Barang Milik Negara (BMN) bersama tim teknis menunjukkan kerusakan berupa retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, kerusakan sarana pembelajaran, hingga pecahnya kaca.

Gedung Rektorat Untad yang telah direkonstruksi mengalami retakan dan material dinding terkelupas di beberapa bagian, termasuk kerusakan plafon.

Keretakan juga ditemukan pada Gedung Media Center (GMC).

Bangunan Auditorium Untad mengalami kerusakan berupa runtuhnya sebagian plafon dan gangguan pada fasilitas videotron.

>>> Panduan Klaim Kode Redeem Game ALLfiring, Pemain Wajib Tahu

Kerusakan lainnya ditemukan pada Rumah Sakit (RS) Untad, berupa retakan pada beberapa bagian non struktural bangunan.

Di Fakultas Teknik, sebagian plafon dilaporkan roboh, sedangkan Gelanggang Mahasiswa mengalami retakan pada sejumlah bagian bangunan yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Prof Amar mengatakan asesmen teknis segera dilakukan menyeluruh untuk memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan kampus.

Hasil asesmen akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengguna bangunan.

Hasil asesmen juga akan menjadi bahan evaluasi terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan tinggi pascabencana, agar ketahanan bangunan terhadap risiko kebencanaan terus ditingkatkan.

>>> Menguak Ragam Teori Sejarah Asal Usul Perayaan April Mop

BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 11.27 WITA dengan episenter di koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.