Setiap tanggal 1 April, masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati April Mop atau April Fools' Day.

Tradisi global ini identik dengan aksi lelucon, prank, hingga penyebaran berita bohong demi hiburan.

>>> Jadwal KA Panoramic Juni 2026: Rute Favorit di Pulau Jawa

Ketika berhasil mengerjai targetnya, seseorang biasanya akan berseru "April Mop!" untuk menandakan aksi tersebut hanya candaan.

Budaya populer ini ternyata tidak memiliki satu versi sejarah yang pasti.

Pergeseran Sistem Kalender di Prancis

Teori yang paling banyak dipercaya merujuk pada perubahan sistem penanggalan di Prancis pada abad ke-16.

Raja Charles IX menerapkan Kalender Gregorian pada tahun 1582 yang menggeser awal tahun ke tanggal 1 Januari.

Sebelum kebijakan tersebut berlaku, sebagian masyarakat setempat merayakan tahun baru dari akhir Maret hingga 1 April.

Keterlambatan penyebaran informasi membuat sebagian orang tetap merayakan tahun baru di awal April.

Masyarakat yang telat beradaptasi ini akhirnya menjadi bahan ejekan dan dianggap bodoh. Dari sinilah kebiasaan mengerjai orang lain pada tanggal 1 April mulai mengakar.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH Juni 2026 Secara Bertahap

Perayaan Festival Hilaria Romawi Kuno

Para sejarawan juga mengaitkan fenomena ini dengan festival kuno di Romawi bernama Hilaria. Pada perayaan tersebut, masyarakat akan mengenakan penyamaran, membuat lelucon, dan menertawakan sesama.

Tradisi kuno ini berfungsi sebagai momen pelepasan stres dari rutinitas kehidupan sehari-hari. Semangat hiburan tersebut dinilai sangat mirip dengan esensi April Mop pada era modern.

Pengaruh Siklus Musim Semi di Eropa

Teori berikutnya berkaitan dengan transisi menuju musim semi di benua Eropa. Kondisi cuaca pada periode ini dikenal sering berubah-ubah secara drastis dan sulit diprediksi.