Mengenal Sejarah dan Filosofi Ketupat, Simbol Lebaran Penuh Makna
Ketupat menjadi hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia.
Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda atau janur ini menyimpan nilai sejarah dan filosofi mendalam.
>>> Bentrokan Suporter Argentina dan Aljazair Pecah di Times Square New York
Masyarakat Indonesia menjumpai hidangan ini dalam momen khusus, termasuk saat perayaan Lebaran Ketupat yang jatuh pada 8 Syawal atau Sabtu, 28 Maret 2026.
Makanan ini memiliki akar tradisi yang kuat di tanah air. Dikutip dari Caritahu, ketupat dipercaya berasal dari wilayah Pulau Jawa.
Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, kuliner ini berkembang dalam tradisi masyarakat Jawa sejak masa penyebaran agama Islam. Masyarakat lokal sering menyebut ketupat dengan istilah kupat.
Seiring waktu, tradisi kuliner ini meluas ke berbagai penjuru Indonesia hingga ke negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei.
Perkembangan tradisi ketupat erat kaitannya dengan peran Sunan Kalijaga.
Salah satu anggota Wali Songo ini menggunakan pendekatan budaya lokal agar ajaran Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat Jawa pada masa itu.
>>> Daftar Harga HP OPPO A Series 30 April 2026 Mulai Rp1,8 Jutaan
Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi bernama Bakda Kupat. Perayaan keagamaan ini umumnya dilaksanakan satu minggu setelah hari raya Idulfitri.
Tradisi tersebut berfungsi sebagai simbol kebersamaan sekaligus ruang silaturahmi antarwarga.
Makna Filosofis di Balik Bentuk Ketupat
Bentuk dan bahan ketupat memiliki makna simbolik yang sarat akan pesan kehidupan. Dalam kebudayaan Jawa, terdapat empat filosofi utama yang melekat pada visualisasi hidangan ini.
Pertama, istilah kupat diartikan sebagai ngaku lepat atau mengakui kesalahan, yang mencerminkan tradisi saling memaafkan. Kedua, kerumitan anyaman janur menjadi simbol dari kompleksitas kesalahan yang dilakukan oleh manusia.
Ketiga, isi ketupat berupa beras putih melambangkan kesucian hati setelah seseorang memohon ampunan. Keempat, bentuk segi empat pada ketupat menggambarkan keseimbangan hidup manusia serta empat arah mata angin.
>>> Nagita Slavina Dikabarkan Akan Kelola Persikad Depok di Championship
Saat disajikan, ketupat biasanya didampingi oleh hidangan pelengkap seperti opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati. Kehadiran menu ini memperkuat ikatan kebersamaan dalam keluarga saat momen hari raya.
Update Terbaru
PBNU Tetapkan Awal Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 20:48 WIB
Inggris Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial
Selasa / 16-06-2026, 20:48 WIB
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Kalahkan Unggulan India
Selasa / 16-06-2026, 20:48 WIB
ShopBack Salurkan Dana Lebih dari Rp5 Juta per Menit pada Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 20:48 WIB
Jepang Desak Israel Tahan Diri dan Tidak Serang Lebanon
Selasa / 16-06-2026, 20:48 WIB
Pemprov Jatim Batalkan Doorprize Jalan Sehat Imbas Keluhan Kupon
Selasa / 16-06-2026, 20:48 WIB
3 Hari Besar yang Diperingati Setiap 9 April: HUT TNI AU, ASMR, dan Kekayaan Holistik
Selasa / 16-06-2026, 20:45 WIB
Promo Deterjen dan Pewangi di Indomaret, Alfamart, Tip Top Awal Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 20:44 WIB
Nico Paz Pilih Bertahan di Como demi Liga Champions
Selasa / 16-06-2026, 20:44 WIB
Persija Jakarta Resmi Lepas Direktur Akademi Ricky Nelson
Selasa / 16-06-2026, 20:44 WIB
Arab Saudi Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 20:44 WIB
Maybank Indonesia Akuisisi 51% Saham Asuransi Etiqa Internasional
Selasa / 16-06-2026, 20:44 WIB
Pengguna Livin' by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Capai Rp2.083 Triliun
Selasa / 16-06-2026, 20:44 WIB
Pemkab Manokwari Hentikan Penjualan Miras Jelang Pesparawi Nasional XIV
Selasa / 16-06-2026, 20:44 WIB






