Format baru Piala Dunia 2026 yang akan mempertandingkan 48 tim menuai kritik tajam dari media olahraga Italia. La Gazzetta dello Sport menilai perluasan peserta justru menurunkan mutu turnamen.

Edisi mendatang menjadi yang pertama dalam sejarah dengan 48 kontestan. Namun, langkah ekspansi FIFA ini tidak disambut positif di Italia.

>>> Apple Siapkan MacBook Ultra Layar Sentuh OLED untuk Rilis 2026

"Dengan perluasan turnamen menjadi 48 negara, beberapa pertandingan terlihat sangat timpang. Lebih besar tidak selalu berarti lebih baik," tulis La Gazzetta dello Sport.

Media tersebut juga menyoroti pembagian slot per konfederasi yang dinilai merugikan Eropa. Mereka menegaskan kritik ini murni objektif, bukan karena Italia gagal lolos.

Sebelumnya, Presiden FIFA sempat bercanda tentang menambah slot agar Italia bisa ikut. Candaan itu memicu reaksi dari politikus dan media Italia.

Media Italia menegaskan kegagalan lolos sepenuhnya kesalahan tim nasional sendiri. Namun, mereka tetap mengkritik dampak perluasan jumlah peserta.

>>> Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Delapan Orang Luka

"Ukuran kompetisi yang begitu besar meningkatkan jumlah tim dengan kualitas biasa-biasa saja dan menurunkan mutu permainan secara keseluruhan," tulis media tersebut.

Water Break Dinilai Sarana Komersialisasi

Kebijakan jeda minum atau hydration break juga menjadi sasaran kritik. Regulasi ini dinilai tidak murni untuk kepentingan medis atau kebugaran pemain.

"Jeda pertandingan atau jeda hidrasi telah memperlihatkan tujuan sebenarnya.

Itu menjadi cara untuk membagi pertandingan menjadi empat bagian dan menyediakan slot iklan bernilai besar bagi stasiun televisi," tulis La Gazzetta.

>>> Harga Emas Antam Stagnan, Produk Pegadaian Kompak Naik

Water break dinilai hanya memberi keuntungan taktis minim bagi pelatih, tetapi menguntungkan pemegang hak siar secara komersial.