Harga emas dunia melonjak tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyetujui kesepakatan damai pada Senin (15/6/2026).

Emas spot tercatat naik 2,6 persen menjadi 4.327,82 dolar AS per ons, level tertinggi sejak 5 Juni 2026.

>>> Komdigi Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Pasca Gempa M 6,7 di Palu

Kontrak berjangka emas AS juga ikut terdorong, ditutup meningkat 2,7 persen lebih tinggi pada posisi 4.351,6 dolar AS per ons.

Kenaikan ini dipicu oleh penurunan indeks dolar AS sebesar 0,2 persen.

Dampak Geopolitik dan Suku Bunga

Kesepakatan damai ini mengalihkan fokus pasar dari risiko konflik bersenjata ke indikator ekonomi makro.

Menurut Phillip Streible, kepala ahli strategi pasar di Blue Line Futures, berita damai menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah, dolar, dan minyak.

Ia menambahkan, pergerakan harga emas selanjutnya akan bergantung pada kebijakan bank sentral AS terkait suku bunga acuan.

>>> J.CO Sediakan 6 Paket Promo I Love J.CO Hingga 8 Mei 2026

Potensi penurunan suku bunga The Fed semakin terbuka setelah tercapainya perdamaian, yang berpeluang mendorong harga emas lebih tinggi.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Republik Islam Iran kini telah selesai.

Kesepakatan ini juga berdampak pada pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tanpa syarat.

Meski demikian, ketegangan regional belum sepenuhnya mereda.

>>> Kesepakatan Damai AS-Iran Dorong Penguatan Pasar Keuangan Global

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut Lebanon sebagai bagian tak terpisahkan dari kesepakatan untuk mengakhiri perang, merujuk pada serangan Israel ke Lebanon yang masih berlangsung.