Sarah Sechan Soroti Bahaya Peredaran Narkoba yang Menyasar Anak
Artis Sarah Sechan menyoroti maraknya peredaran narkoba yang kini menyasar anak-anak dan remaja di Indonesia. Keprihatinan itu mendorongnya untuk terlibat dalam proyek film terbaru.
Film berjudul MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula ini disutradarai oleh Franklin Darmadi. Sarah Sechan memerankan tokoh ibu kepala desa yang misterius.
>>> 4 Hari Besar yang Diperingati Setiap 16 April, dari Kopassus hingga Gajah
"Aku di sini jadi ibu kades. Pokoknya karakternya misterius, enggak bisa ketebak," ujarnya di Jakarta.
Sarah Sechan mengaku ngeri melihat kenyataan bahwa anak-anak kini menjadi target peredaran barang terlarang. Sebagai orang tua, ia melindungi anaknya dengan mengarahkan pada aktivitas produktif.
"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," katanya.
Film Didukung BNN dan Kemenko PMK
Proyek dari PANEN Entertainment ini mendapat dukungan resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sarah Sechan berharap film ini meningkatkan kesadaran publik.
"Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas," ujarnya.
Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol Muhammad Zainul Muttaqien, membenarkan bahwa narkoba pada generasi muda menjadi tantangan besar.
>>> Reza Arya Pratama Pamit dari PSM Makassar Setelah Sepuluh Tahun
Berdasarkan data BRIN tahun 2023, sebanyak 3,3 juta jiwa terpapar narkoba.
"Usia 15 sampai 25 tahun ada 312.000 orang terpapar. Artinya ada 9,5 persen dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba," jelasnya.
Film yang dijadwalkan tayang pada 6 Agustus 2026 ini diharapkan menjadi langkah preventif. BNN memanfaatkan momentum ini untuk memperluas edukasi demi mendukung Indonesia Emas 2045.
"Lewat film ini kami berharap menjadi pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia menjadi korban atau terpapar narkotika," ujar Zainul.
Alur cerita film mengikuti perjalanan empat sahabat: Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas. Mereka melakukan survei lokasi jambore bersama guru Pak Wira.
Suasana ceria berubah mencekam saat Bagas mendadak hilang di desa lokasi perkemahan. Konflik misteri itu menjadi latar untuk mengupas isu peredaran narkoba di kalangan remaja.
Sejumlah aktor yang terlibat antara lain Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J.
>>> Laba Bersih BCA Melambat, Hanya Tumbuh 2,07% Hingga Mei 2026
ED, Aradhana Rahadi, serta Alby Ersani.
Update Terbaru
Kiandra Ramadhipa Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship Portugal
Selasa / 16-06-2026, 23:02 WIB
Prancis Hadapi Senegal di Piala Dunia dengan Kerendahan Hati
Selasa / 16-06-2026, 23:02 WIB
Kementerian PU Evaluasi Tol Bocimi Km 72 dan Percepat Seksi 3
Selasa / 16-06-2026, 23:00 WIB
Jeremy Doku Rencanakan Tinggalkan Piala Dunia 2026 demi Kelahiran Anak Pertama
Selasa / 16-06-2026, 22:59 WIB
Ruben Onsu Sindir Video Giorgio Antonio, Perusahaan Bantah Status CEO
Selasa / 16-06-2026, 22:59 WIB
ETS Transformasikan TOEFL iBT untuk Dukung Karier Internasional Pelajar
Selasa / 16-06-2026, 22:59 WIB
Turnamen Bulutangkis Internasional Hundred Hoo Haa Cup 2026 Resmi Ditutup
Selasa / 16-06-2026, 22:57 WIB
Argentina vs Aljazair: Laga Pembuka Grup J Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:57 WIB
Chevrolet Silverado 2027 Hadirkan Dua Mesin V8 Baru di Tengah Tren Turbo
Selasa / 16-06-2026, 22:56 WIB
Tori Penso Ukir Sejarah Jadi Wasit Wanita Pertama Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:56 WIB
Oppo A55 5G: Pilihan Ponsel Bekas Rp1 Jutaan dengan Konektivitas 5G di 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:56 WIB
Mengenal Hari Besar Nasional dan Internasional Setiap Tanggal 2 Mei
Selasa / 16-06-2026, 22:56 WIB
Promo Alfamart 16-31 Mei 2026: Diskon Kebutuhan Dapur Sambut Idul Adha
Selasa / 16-06-2026, 22:56 WIB
Kiper Cape Verde Vozinha Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:56 WIB






