Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan terhadap sekat-sekat birokrasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan.

Langkah ini bertujuan menyelaraskan kinerja antardirektorat, khususnya antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Direktorat Jenderal Pajak.

>>> Lenovo Siapkan Laptop Yoga Pro 9n Berbasis ARM dan Grafis Nvidia

Pengakuan mengenai ketidakselarasan budaya kerja masa lalu yang sempat menghambat koordinasi kini telah diselesaikan.

"Misalnya dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan.

Jadi, kita dorong itu supaya kerja samanya bagus," kata Purbaya di DPR RI, Jakarta.

Integrasi yang lebih cepat dan sinergis dipastikan akan terus berjalan setelah struktur yang kaku mulai dihilangkan.

>>> Kylian Mbappe Cetak Dua Gol dan Pecahkan Rekor Prancis

"Dulu kan banyak silo-silo, sekarang kita buka silo-silo itu agar direktorat bekerja lebih cepat," terang Purbaya.

Hambatan budaya kerja lama juga berdampak pada sulitnya mobilitas pegawai, termasuk mutasi antardirektorat dengan kapasitas staf tidak seimbang.

"Kasus perpindahan antar pegawai dari Dirjen Anggaran ke Pajak, susah banget, karena masing-masing punya sendiri silo-silo. Padahal satu tempat lebih banyak kebanyakan orang," ujar Purbaya.

Melalui perbaikan pengelolaan organisasi, Kementerian Keuangan dinilai menjadi lebih dinamis dalam merespons kebutuhan kerja.

>>> IHSG Melonjak 4,12% ke 6.254,96 pada Perdagangan 15 Juni 2026

"Sekarang saya pikir sudah agile, walaupun ada silo-silo, kita kurangi silo semaksimal mungkin. Jadi, sudah tidak seperti dulu lagi," pungkas Purbaya.