Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada perdagangan sesi pertama Rabu, 17 Juni 2026.

Indeks ditutup melemah 0,83 persen atau turun 52,497 poin ke level 6.202,469.

>>> Lakon Indonesia Olah Kain Sisa Demi Kurangi Sampah Fashion

Pelemahan ini dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking setelah indeks melesat tinggi pada hari sebelumnya.

Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.200 hingga level tertinggi di 6.377.

Nilai transaksi di pasar modal tercatat mencapai Rp16,26 triliun. Volume perdagangan sebanyak 20,10 miliar saham dengan frekuensi transaksi 1,51 juta kali.

Meski terkoreksi, posisi IHSG saat ini masih jauh di atas titik terendah tahun 2026 yakni 5.342,14.

Sementara level tertinggi indeks sepanjang tahun ini berada di 9.134,70.

Sektor Industrial dan Energi Tertekan

Tekanan terbesar datang dari sektor industrial yang anjlok 2,15 persen. Sektor energi juga melemah 1,97 persen, disusul sektor transportasi yang turun 1,45 persen.

Sebaliknya, sektor barang konsumsi primer atau non-cyclical menjadi satu-satunya yang bertahan di zona hijau. Sektor ini mencatat penguatan tipis 0,52 persen.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor terbesar dengan kenaikan 1,20 persen ke level 6.350.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga menguat 1,67 persen ke level 3.040.

Namun, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami koreksi tajam 5,71 persen ke posisi 1.980.

Pada indeks LQ45, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi top gainers setelah melejit 4,88 persen ke level 645.

>>> IHSG Ambles 0,84 Persen ke Level 6.202 pada Sesi I 17 Juni 2026