Kota Badar terletak sekitar 150 kilometer dari pusat Kota Madinah, Arab Saudi. Tempat ini menjadi saksi sejarah Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah.

Kawasan Badar juga dapat diakses dari Kota Jeddah dalam waktu sekitar dua jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

>>> 25 Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia

Jabal Malaikat: Tempat Turunnya Ribuan Malaikat

Salah satu lokasi utama yang dikunjungi adalah Jabal Malaikat, sebuah bukit pasir setinggi 757 meter di atas permukaan laut.

Di tempat ini, Allah menurunkan ribuan malaikat untuk memperkuat pasukan Rasulullah SAW.

Pasukan Muslim saat itu hanya berjumlah sekitar 300 orang, sementara kaum Quraisy membawa 1.000 prajurit. Turunnya malaikat menjadi faktor kunci kemenangan umat Islam.

Sebelum memasuki kawasan Jabal Malaikat, pengunjung melewati toko-toko yang menjual makanan, minuman, dan oleh-oleh. Pemandangan hamparan bukit pasir langsung menyambut mata.

Masjid Al-Arees dan Makam Syuhada Badar

Tidak jauh dari Jabal Malaikat terdapat Masjid Al-Arees atau Arisy. Di lokasi inilah Rasulullah mendirikan tenda untuk menyusun strategi perang.

Pengunjung juga dapat berziarah ke makam para syuhada Badar yang berada di kompleks pemakaman. Makam-makam tersebut dikelilingi pagar besi setinggi sekitar tiga meter.

Di sana terdapat prasasti yang mencatat nama 14 syuhada Badar, termasuk Ubaidah bin al-Harits.

Kronologi Perang Badar

Perang Badar bermula ketika Rasulullah mengajak kaum Muslimin mencegat kafilah dagang Quraisy pimpinan Abu Sufyan dari Syam.

Tujuannya adalah mengambil kembali harta kaum Muhajirin yang dirampas saat hijrah ke Madinah.

Meskipun kafilah Abu Sufyan berhasil lolos, pasukan tempur Quraisy di bawah Abu Jahal tetap maju ke Badar dengan 1.000 prajurit bersenjata lengkap.