Mengenal Sistem Penanggalan Hijriah dan Makna Sejarah di Balik Nama Bulannya
Sistem penanggalan Hijriah menjadi acuan umat Islam dalam menetapkan hari besar keagamaan, seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Islam.
Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari, kalender Hijriah mengandalkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Hal ini membuat siklus harinya memiliki karakteristik tersendiri.
>>> Kementerian ESDM Tetapkan ICP Mei 2026 Turun Menjadi US$ 106,56
Selain sistem perhitungan yang berbeda, kalender Hijriah memiliki nama-nama bulan yang sarat makna sejarah dan budaya.
Mayoritas nama tersebut berakar dari tradisi masyarakat Arab pra-Islam dan tetap dipertahankan karena telah dikenal luas sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Dalam satu tahun kalender Hijriah terdapat 12 bulan.
Setiap bulan memiliki latar belakang penamaan yang berkaitan dengan musim, kondisi alam, kebiasaan sosial, hingga peristiwa masa lampau.
Nama Bulan dan Maknanya
Muharram berarti "yang dihormati".
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, di mana peperangan dilarang keras.
Safar berasal dari kata "ashfar" yang bermakna kuning, merujuk pada wabah penyakit kuning di masa lalu.
Pendapat lain menyebut kata ini berasal dari "shifrun" yang berarti kosong, karena rumah ditinggalkan saat perang.
Rabiul Awal berkaitan dengan musim semi. Kata "rabi'" merepresentasikan musim semi, turunnya hujan, atau tumbuhnya rerumputan hijau.
Bulan ini juga bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Rabiul Akhir atau Rabiuts Tsani merupakan fase kelanjutan dari bulan sebelumnya. Nama ini tetap merujuk pada musim semi dan dianggap sebagai periode pertengahan atau puncak musim tersebut.
>>> Timnas Indonesia Fokus Pemulihan Fisik Jelang Uji Coba Lawan Mozambik
Jumadil Awal berasal dari kata "jumadi" yang merepresentasikan musim dingin. Pada periode ini, suhu udara sangat rendah di sebagian wilayah Arab hingga mampu membuat air membeku.
Update Terbaru
Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Kamis / 23-07-2026, 16:32 WIB
Prabowo Minta Nanik Jadi Dewan Pengawas BGN, Mensesneg Buka Suara
Kamis / 23-07-2026, 16:32 WIB
Hasil China Open: Fajar/Fikri Lolos ke Perempat Final
Kamis / 23-07-2026, 16:32 WIB
Pertamina Perkuat Industri Nasional Lewat P3DN Summit 2026
Kamis / 23-07-2026, 16:29 WIB
Kejagung Pastikan Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Kamis / 23-07-2026, 16:29 WIB
Mendag Respons soal Harga Bahan Pokok Naik usai MBG Jalan Lagi
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
MK Kabulkan Sebagian Gugatan Ojol dan Pedagang Online soal Kuota Hangus
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
AS Ancam Malaysia jika Usir Warga Israel, PM Anwar Ibrahim Tak Takut
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
Sharenting: Antara Kenangan Manis dan Risiko Privasi Anak
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
Kronologi Penusukan Anak Punk di Bekasi, Mondy Tatto Jadi Tersangka
Kamis / 23-07-2026, 16:28 WIB
Rupiah Lanjut Koreksi ke Level Rp17.936 per Dolar AS Sore Ini
Kamis / 23-07-2026, 16:27 WIB
Ketua DWP Kemendagri Ajak Anggota Kembangkan Kreativitas untuk Kemandirian Ekonomi
Kamis / 23-07-2026, 16:27 WIB
Sesal Asisten Pelatih Argentina Serang Dani Olmo, Bantah Memukul
Kamis / 23-07-2026, 16:27 WIB
Jung Eun Ji Apink Rilis Teaser Perdana Mini Album Kelima 'Summer, I'
Kamis / 23-07-2026, 16:22 WIB







