>>> Cara Memakai Quick Share Windows untuk Kirim File dari Android

Mereka berniat berpesta dan menakut-nakuti bangsa Arab.

Di sisi lain, kaum Muslimin hanya berjumlah 313 hingga 317 orang dengan perlengkapan seadanya. Rasulullah menerapkan strategi cerdas dengan mengumpulkan informasi dan bermusyawarah bersama para sahabat.

Atas usulan Habbab bin al-Mundzir, pasukan Muslim memindahkan posisi untuk menguasai sumur-sumur air di Badar, memutus akses minum bagi musuh.

Pada malam sebelum pertempuran, Allah menurunkan hujan yang membuat pasukan Muslim merasa kantuk dan tenang, sekaligus memadatkan pasir di bawah kaki mereka.

Pagi harinya, Jumat 17 Ramadhan, Rasulullah merapikan barisan pasukan dengan disiplin tinggi.

Pertempuran diawali dengan duel tiga jawara Quraisy yang berhasil dikalahkan oleh Hamzah, Ali, dan Ubaidah.

Saat pasukan Quraisy mengamuk, Rasulullah berdoa khusyuk di dalam tenda hingga serbannya terjatuh, memohon agar pasukan Muslim tidak dihancurkan.

Doa itu menembus langit, dan Allah menurunkan 1.000 malaikat yang dipimpin Jibril untuk membantu mengalahkan pasukan musyrik.

Abu Jahal akhirnya tewas di tangan Mu'awwadz dan Mu'adz, dua pemuda Anshar.

Sebanyak 14 prajurit Muslim gugur sebagai syuhada, sementara 70 orang Quraisy tewas dan 70 lainnya menjadi tawanan.

>>> Lenovo Tab Plus Gen 2 Resmi: Layar 12,1 Inci 2.5K 120Hz dan Speaker JBL 9 Unit

Sebelum meninggalkan Badar, Rasulullah berdiri di tepi sumur dan menegaskan bahwa janji Allah telah terbukti, mengukuhkan hari itu dengan tegaknya kalimat iman.