Mekkah menempati posisi istimewa dalam sejarah Islam.

Kota ini bukan hanya tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga pusat ibadah bagi umat Muslim dari seluruh dunia.

>>> Polri Perpanjang Larangan Sirene 'Tot Tot Wuk Wuk' untuk Pengawalan

Peran penting Mekkah dalam perkembangan agama dan peradaban manusia bertahan lintas zaman. Setiap tahun, jutaan jemaah datang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 21 April 571 Masehi.

Tahun Gajah merujuk pada peristiwa penyerangan pasukan bergajah pimpinan Abrahah yang digagalkan oleh burung Ababil, sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Fil.

Secara geografis, Mekkah berada di lembah yang diapit pegunungan, sekitar 72 kilometer dari Jeddah di pesisir Laut Merah.

Kota ini terletak pada ketinggian 277 meter di atas permukaan laut.

Di Mekkah terdapat Ka'bah, bangunan suci yang menjadi kiblat shalat umat Islam.

Selain itu, Gua Hira di Jabal Nur menjadi lokasi Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.

Awal Mula dan Perkembangan Kota

Sejarah awal Mekkah berakar dari masa Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, yang membangun Ka'bah atas perintah Allah SWT.

Di lembah tandus itu, kemudian memancar Sumur Zamzam yang menjadi poros kehidupan masyarakat.

Ketersediaan air Zamzam menarik banyak orang untuk menetap. Seiring waktu, Mekkah tumbuh menjadi jalur perdagangan strategis di Jazirah Arab di bawah pengelolaan suku Quraisy.

>>> Penulis AS Jane Yolen Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Secara etimologi, kata "makka" dalam bahasa Arab berarti menghapus atau membersihkan, merepresentasikan tempat penghapusan dosa bagi peziarah.