Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melakukan peninjauan langsung ke SMA Negeri 1 Halmahera Tengah.

Ia mendapati berbagai fasilitas dasar sekolah seperti lampu dan toilet dalam kondisi rusak parah.

>>> Meneliti Klaim Kentang Mentah Bisa Sembuhkan Jerawat Menurut Medis

Kondisi tersebut memicu teguran keras kepada Kepala SMAN 1 Halteng, Abdul Kadir Talib.

Sejumlah siswa mengungkapkan bahwa kerusakan fasilitas tersebut telah berlangsung hampir satu tahun lamanya.

Kepala sekolah yang baru menjabat dua bulan berdalih bendahara sudah membeli perlengkapan namun belum dipasang.

Sherly mempertanyakan alasan pihak sekolah membiarkan kerusakan lampu dan fasilitas lain berlarut-larut.

Dalam dialog sidak tersebut terungkap bahwa sekolah menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan sebesar Rp946 juta.

>>> Spotify Suffers Multiple Outages: Layanan Musik Global Terganggu Dua Kali

Selain itu, sekolah juga memperoleh Bantuan Operasional Sekolah Daerah dari Pemprov Maluku Utara senilai Rp120 juta.

Total anggaran operasional yang mendekati Rp1 miliar tersebut membuat Sherly merasa sangat miris.

Ia menegaskan bahwa tugas kepala sekolah adalah menyelesaikan masalah fasilitas, bukan mendiamkannya.

Sherly memberikan tenggat waktu satu minggu bagi pihak sekolah untuk membereskan seluruh kerusakan.

>>> Badai Wisconsin dan Gangguan Gardu Listrik Padamkan 100.000 Pelanggan

Jika lampu, kipas angin, hingga septic tank belum beres, ia meminta masalah itu dilaporkan langsung.

Sikap tegas ini diambil agar anggaran pemerintah benar-benar menghadirkan lingkungan belajar yang layak.

Anggaran Mendekati Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Dalam dialog sidak tersebut, terungkap bahwa SMAN 1 Halteng menerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp946 juta dari pemerintah pusat.

Sekolah tersebut juga memperoleh Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara senilai Rp120 juta.

Mendengar besarnya anggaran yang diterima, Sherly menegaskan bahwa total dana operasional yang mendekati Rp1 miliar setiap tahun seharusnya membuat fasilitas dasar seperti kipas angin, lampu, septic tank, hingga papan tulis rusak tidak lagi menjadi keluhan siswa.

>>> Netflix Resmi Bawa Serial Kriminal Power Lewat Perjanjian Lionsgate

Ia pun memberi tenggat waktu satu minggu kepada pihak sekolah agar segera menyelesaikan seluruh persoalan tersebut dan meminta dilaporkan langsung jika belum beres.