Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBoC) memperkuat kerja sama Local Currency Transaction (LCT) pada Selasa (16/6/2026).

Langkah ini bertujuan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

>>> Timnas Korea Selatan Gelar Latihan Tertutup Jelang Hadapi Meksiko

Selama ini, pelaku usaha harus mengonversi rupiah ke dolar AS terlebih dahulu sebelum bertransaksi dengan mitra di China.

Skema LCT memungkinkan penggunaan langsung rupiah dan yuan, sehingga menghemat biaya konversi dan mengurangi risiko fluktuasi kurs.

Nilai transaksi LCT hingga April 2026 mencapai 22,7 miliar dolar AS, mendekati total sepanjang tahun 2025 yang sebesar 25,7 miliar dolar AS.

Pertumbuhan ini menunjukkan diversifikasi transaksi perdagangan berjalan positif.

Dampak Positif bagi Stabilitas Rupiah

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai langkah BI dan PBoC sangat strategis. Menurutnya, kerja sama ini mendorong transaksi non-dolar AS dan mengurangi risiko konsentrasi pasar.

China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Andry menekankan bahwa volume transaksi bilateral yang besar dapat menopang stabilitas kurs rupiah melalui mekanisme LCT.

Penggunaan renminbi dalam perdagangan langsung dengan China mulai menunjukkan efektivitas. Namun, volume transaksi masih perlu ditingkatkan agar dampaknya lebih signifikan.

>>> Argentina Hajar Aljazair 3-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Efek positif dari integrasi ekonomi ini diperkirakan baru terasa optimal dalam jangka menengah dan panjang. Penguatan rupiah terhadap dolar AS menjadi fokus utama ke depan.

Andry menambahkan, meskipun ketergantungan pada dolar AS belum berkurang signifikan, langkah ini merupakan strategi yang tepat untuk masa depan.

Integrasi sistem keuangan lintas batas juga membawa efisiensi bagi sektor riil. Masyarakat akan menikmati rupiah yang lebih stabil, biaya lebih murah, dan daya saing ekonomi yang lebih baik.

Ekosistem finansial kedua negara diperkuat melalui Bilateral Currency Swap Arrangement dan penunjukan PT Bank Mandiri sebagai peserta langsung dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS) milik China.

BI juga telah menjalin kerja sama serupa dengan Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Menurut Andry, langkah ini akan memperkuat efektivitas LCT ke depan.

>>> Neymar Mulai Latihan Ringan di Lapangan, Target Bugar Fase Gugur Piala Dunia 2026

Transaksi ritel lintas batas dapat dilakukan lebih mudah, cepat, efisien, inklusif, dan andal, serta mendukung konektivitas ekonomi digital antara kedua negara.